Jual Polybag Murah: Lakukan Peremajaan Perkebunan Karet, Produktiftas Meningkat 30 Persen!

Jumat, 14 Agustus 2015

Lakukan Peremajaan Perkebunan Karet, Produktiftas Meningkat 30 Persen!

Artikel tentang Lakukan Peremajaan Perkebunan Karet, Produktiftas Meningkat 30 Persen! Ini buka semata jargon. Akan tetapi sebuah saran dan tips meningkatkan produktifitas perkebunan karet tua ataupun perkebunan karet yang belum memilih dari bibit klon unggul sebelumnya.

Data produktifitas karet menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki areal perkebunan perkebunan karet terluas di dunia, namun nyatanya untuk produktifitasnya berada di nomor terakhir. Produktifitas karet Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan Negara-negara lain penghasil karet alami.

Bandingkan produktifitas beberapa Negara penghasil karet berikut ini, dihitung dari perolehan karet dari lahan per hektar. Negara India 1,8 ton per hektar. Thailand 1,79 ton per hektar. Vietnam (Negara yang baru saja mengembangkan perkebunan karet sebagai salah satu usaha Negara) 1,79 tonper hektar. Srilanka 1,55 ton per hektar. Chinda 1,16 ton per hekatar. Malaysia 1,5 ton per hektar. Sementara untuk produktifitas perkebunan karet Indonesia hanya 1,0 juta ton per hektar.

Bandingkan dengan Vietnam Negara baru yang merespon kebutuhan karet dunia dengan membentuk perkebunan Karet baru satu dekade terakhir. Produktifitasnya kini mencapai 1,79 ton per hektar, atau bandingkan dengan  India yang produktifitasnya mencapai 1,8 ton per hektar. Sedangkan Indonesia hanya dapat  menghasilkan 1 ton per hektar.

Padahal prosentase perkebunan karet merupakan perkebunan yang murni digerakkan oleh petani atau rakyat sendiri. 85 persen dari totalseluruh perkebunan karet di Indonesia merupakan perkebunan rakyat yang dikelola sendiri oleh rakyat. Artinya jika produktifitas karet ini dapat ditingkatkan 30 persen saja (padahal jika dibandingkan dengan India, produktifitas karet seharusnya bisa ditingkatkan hingga 70 persen), maka peningkatan produktifitas ini secara langsung akan berpengaruh pada kesejahteraan para petani karet.

* Jika membutuhkan polybag untuk pembibitan karet silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 - 0877.0282.1277. Info tentang polybag silahkan klik disini.

Lalu, Apa permasalahan Utama Rendahnya Produktifitas Karet Indonesia?
Seperti yang disampaikan oleh Staff ahli Dewan Karet Indonesia (Dekarindo), ada dua permasalahan klasik yang hingga sampai saat ini persoalan ini belum terputus. Persoalan tersebut adalah masih minimnya revitalisasi perkebunan karet oleh petani dan minimnya keberadaan pembibitan karet klon kualitas unggul.

Minimnya Revitalisasi Perkebunan Karet
Indonesia menjadi Negara perkebunan karet terluas di dunia, dengan total luas Dari 3.456.128 hektar. Dari luasan tersebut 400 ribu hektar merupakan perkebunan karet yang sudah tua dan tidak produktif. Luasan 592 hektar perkebunan karet baru telah menerapkan pembibitan karet klon unggul, namun begitu belum menghasilkan karet. Sementara 2.464.128 hektar, atau 71 peresen sisanyamerupakan perkebunan karetr produktif daripembibitan karet bukan dari beni klon kualitas unggul.

Minimnya Penggunaan Pembibitan Karet dari Benih Karet Klon Unggul
Seperti yang disampaikan Staff ahli Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Suharto Honggokusumo bahwa perkebunan karet Indonesia masih “Jauh Panggang Dari Api” dari cita-cita peningkatan produktifitas yang segnifikan. Persoalan utama dari rendahnya produktifitas perkebunan karet Indonesia ini disebabkan karena rendahnya kualitas pembibitan karet dari benih karet klon unggulan. Bandingkan dengan Thailand, Negara penghasil karet terbesar di dunia. Lebih dari 90 persen perkebunan karet Thailand telah direvitalisasi dengan bibit karet dari benih karet klon kualitas unggulan. Sementara Indonesia yang telah menggunakan jenis karet dari bibit karet klon unggulan tidak lebih dari 40 persen, dan belum keseluruhan telah memulai masa produktif.

Kondisi ini disadari penuh oleh Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Indonesia saat ini mempunyai pembibitan karet dari benih klon unggul masih sangat minim. Melalui Badan Litbang Pertanian melalui BPTP pemerintah terus berupaya melakukan penelitian dalam rangka mendapatkan bibit karet dari benih klon kualitas unggulan.

Sementara untuk pelaksanaannya, Badan Litbang Pertanian melalui BPTP membuka peluang kerjasama seluas-luasnya kepada masyarakat atau badan usaha dalam negeri, baik dalam bentuk waralaba atau kerjasama kemitraan. Kerjasama dimaksudkan untuk semakin memperluas keberadaan pembibitan karet dari klon unggulan hasil penelitian sekaligus melakukan revitalisasi seluas-luasnya terhadap perkebunan karet rakyat. Anda berminat menangkap peluang pembibitan karet ini?

Baca juga Menangkap Prospek Cerah Perkebunan Karet Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar