HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR POLYBAG

Jual Polybag, Pabrik Polybag, Polibag, Distributor Polybag, Supplier Polybag, Polybag Murah, Plastik Polybag, Harga Polybag, Ukuran Polybag, Plastik Polybag, Polybag Tanaman, Polybag Sampah, Kantong Plastik Sampah, Kantong Sampah Medis



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Manfaatkan Lahan Rawa yang Kosong, Untuk Budidaya Tanaman

Jual Polybag Harga Pabrik - Lim Corporation

Para menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada Selasa (17/7/18) memberikan Bantuan Sejuta Benih Unggul Jeruk untuk rakyat se Indonesia, tepatnya pada Kebun Percobaan Balai Penelitian tumbuhan Jeruk dan Buah Subtropika di Kota Batu, Jawa Timur. Benih unggul jeruk yang dibagikan merupakan jenis jeruk siam dan keprok juga serta jeruk besar yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian.

BACA JUGA:

Jeruk yaitu salah satu komoditas potensial di Indonesia, buahnya yang kaya akan vitamin C dan mempunyai peran penting sebagai memenuhi kebutuhan konsumsi buah bagi masyarakat di tanah air. Luas panen jeruk diproyeksikan meningkat hingga dengan tahun 2020 sebesar 2,03 persen/tahun, yang dimana pada 2020 luas panen jeruk diproyeksikan akan menjadi 61.788 Ha. Di Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Banjar petani sudah melakukan budidaya jeruk sejak tahun 1930 an yang kemudian meluas ke kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan.

Melakukan budidaya jeruk dengan memanfaatkan lahan rawa, dimana penanaman akan jeruk semakin meningkat seiring dengan dibukanya lahan yang meliputi lahan rawa pasang surut dan lahan lebak, lahan kering serta lahan tadah hujan di Kalimantan Selatan untuk pada areal pertanian. Luas pada lahan rawa di Indonesia menurut data yang tercatat Badan Litbang Pertanian yang mencapai 34,4 juta hektar, yang terdiri dari lahan pasang surut dengan luas 20,1 juta hektar dan lahan rawa lebak seluas 13 juta hektar. Potensi lahan rawa lebak di Indonesia banyak tersebar di Kalimantan Timur (509.426 ha), di Sumatera Selatan (365.685 ha), di Riau (211.587 ha), di Kalimantan Selatan (208.893 ha) dan di Lampung (126.465 ha).

http://bit.ly/hargapolybag

Lahan rawa lebak sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai daerah lumbung pangan, yaitu salah satunya dengan tananam padi. Pemanfaatan pada lahan rawa lebak oleh petani di Kalimantan Selatan yaitu dengan menerapkan sistem Surjan. Sistem surjan adlah salah satu contoh usaha penataan lahan dengan diversifikasi tanaman di lahan rawa lebak. Para petani melakukan budidaya dengan sistem surjan yang dimana mereka memanfaatkan lahan dengan menanam padi pada ledokan atau tabukan dan menanam jeruk di daerah galangan. Tanaman jeruk sangat dapat menjanjikan dan memberikan keuntungan yang cukup tinggi jika dibandingkan tanaman lainnya. Jeruk siam adalah jenis jeruk yang memiliki peranan penting bagi petani di Kalimantan Selatan, sebab selain produksinya tinggi, juga digemari oleh konsumen dan mempunyai nilai ekonomi yang menguntungkan.

Sementara jeruk, komoditas yang sangat banyak ditanam di lahan rawa sulfat masam yakni padi sawah. Pada saat ini petani di Kalimantan Selatan sudah menanam padi varietas lokal dengan hasil 1,64 t/ha, sementara varietas padi lainnya yang mulai ditanam dan bisa meningkatkan hasil yang diantaranya yaitu varietas Banyu Asin 3,44 t/ha, Punggur 3,37 /ha, Siak Raya 3,26 t/ha, Batang hari 3,22 t/ha, dan yang terakhir Ciherang 3,07 t/ha.

Untuk pemanfatan lahan rawa lebak untuk tanaman padi perlu dikelola dengan baik sehingga akan bisa memberikan provitas yang lebih baik dari kondisi yang ada di petani saat ini (1,64 t/ha), pada peningkatan intensitas pertanaman IP 100 menjadi IP 200 sehingga cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat terwujud, demikian Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, MSi memberikan arahan pada jajaran di lingkup Puslitbang Tanaman Pangan untuk berperan aktif membumikan inovasi teknologi yang sudah dihasilkan.

https://bit.ly/2dWljly

Dalam rangka Persiapan Palaksaan Gelar Teknologi pada Peringatan HPS XXXVIII pada Tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Selatan Kapuslitbang Tanaman Pangan memberi arahan untuk mengembangkan varietas padi rawa pada lokasi Gelar Teknologi. Varietas padi memiliki di hasil tinggi dan adaptif pada lahan rawa lebak, tahan terhadap serangan hama dan penyakit utama diantaranya Inpara 2 , 3, 8 Agritan dan 9 Agritan yang masing-masing mempunyai potensi hasil 6,08 t/ha, 5,6 t/ha , 6,0 t/ha dan 5,6 t/ha. Varietas-varietas potensial ini pada saat ini sudah ditanam di daerah Jejangkit. Kapus telah meyakini bahwa budi daya dengan sistem Surjan akan dapat mampu untuk meningkatkan keuntungan usahatani, terutama pada lahan rawa pasang surut. Selain panen padi, petani sekaligus dapat melakukan panen jeruk dari lahan yang sama.

Jual Polybag Harga Murah
*Info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Polybag untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

CATATAN :
– Barang TIDAK READY STOCK, kami hanya melayani pemesanan, ukuran tergantung permintaan
– Harga netto (belum ternasuk PPN)
– Harga tidak mengikat dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
– Harga franco Surabaya, belum termasuk biaya pengiriman (ekspedisi)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Manfaatkan Lahan Rawa yang Kosong, Untuk Budidaya Tanaman"

Posting Komentar