HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR POLYBAG

Jual Polybag, Pabrik Polybag, Polibag, Distributor Polybag, Supplier Polybag, Polybag Murah, Plastik Polybag, Harga Polybag, Ukuran Polybag, Plastik Polybag, Polybag Tanaman, Polybag Sampah, Kantong Plastik Sampah, Kantong Sampah Medis



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Yuk, Panduan Lengkap Seputar Kelebihan dan Kekurangan Sistem Irigasi Tetes

Produsen Plastik Polybag Best Quality - Lim Corporation

Pada pembahasan materi agro, irigasi dan drainase kali ini akan membahas mengenai apa saja kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh sistem irigasi tetes jika dibandingkan dengan sistem irigasi lainnya, jika materi sebelumnya membahas mengenai pengertian dari irigasi tetes, pelajaran kali ini juga membahas metoda atau metode pemberian air pada sistem irigasi tetes, untuk lebih jelasnya sobat dapat simak dalam penjelasan singkat berikut ini!

Baca Juga:
Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Irigasi Tetes

Saat ini sistem irigasi tetes di Indonesia sudah mulai banyak dimanfaatkan, terutama pada kegiatan usaha tani komersial dengan jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi, seperti kebun pembibitan, bunga-bungaan. Selain itu juga, sistem irigasi tetes ini juga banyak dimanfaatkan pada daerah dengan air tersedia sangat terbatas atau sangat mahal dan tanah berpasir yang tidak cocok jika menggunakan sistem irigasi konvensional.

Sistem irigasi tetes memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem irigasi lainnya, yakni:
  • Meningkatkan nilai pakai air. Biasanya air yang dipergunakan pada sistem irigasi tetes lebih sedikit dibandingkan dengan sistem irigasi lainnya. Penghematan air mampu terjadi sebab pemberian air yang bersifat lokal ataupun jumlahnya sedikit sehingga dapat menekan evaporasi, aliran permukaan ataupun perkolasi. Transpirasi dari gulma pula diperkecil sebab daerah yang dibasahi cuma terbatas disekitar tanaman.
  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman ataupun hasil. Fluktuasi kelembaban tanah yang tinggi mampu dihindari dengan irigasi tetes ataupun kelembaban tanah mampu dipertahankan pada tingkat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman.
  • Meningkatkan efisiensi ataupun efektifitas pemberian air maupun pupuk. Pemberian pupuk ataupun bahan kimia pada metode ini dicampur dengan air irigasi, sampai hingga pupuk ataupun bahan kimia yang dipergunakan menjadi lebih sedikit, frekuensi pemberian lebih tinggi ataupun distribusinya cuma di sekitar daerah perakaran.
  • Menekan resiko penumpukan garam. Pemberian air yang terus menerus dapat melarutkan maupun menjauhkan garam dari daerah perakaran.
  • Mendesak pertumbuhan gulma. Pemberian air pada sistem irigasi tetes cuma terbatas di daerah sekitar tanaman, sehingga pertumbuhan gulma mampu ditekan.
  • Menghemat tenaga kerja. Sistem irigasi tetes mampu dengan mudah dioperasikan secara otomatis, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Penghematan tenaga kerja pada pekerjaan pemupukan, pemberantasan hama ataupun penyiangan pun dapat dikurangi.
Sedangkan kelemahan ataupun kekurangan dari sistem irigasi tetes ialah sebagai berikut:
  1. Membutuhkan perawatan yang intensif. Penyumbatan pada penetes adalah masalah yang sering terjadi pada sistem irigasi tetes, sebab dapat mempengaruhi debit ataupun keseragaman pemberian air. Untuk itu dibutuhkan perawatan yang intesif pada jaringan sistem irigasi tetes supaya resiko penyumbatan dapat diperkecil.
  2. Penumpukan garam. Jika air yang dipergunakan mengandung garam yang tinggi ataupun pada derah yang kering, resiko penumpukan garam menjadi tinggi.
  3. Membatasi pertumbuhan tanaman. Pemberian air yang terbatas pada sistem irigasi tetes menimbulkan resiko kekurangan air jika perhitungan keperluan air kurang cermat.
  4. Keterbatasan biaya maupun teknik. Sistem irigasi tetes membutuhkan investasi yang tinggi dalam pembuatannya. Selain itu, dibutuhkan teknik yang tinggi sebagai merancang, mengoperasikan ataupun memeliharanya.

Metoda Pemberian Air Pada Sistem Irigasi Tetes

Metode pemberian air pada sistem irigasi tetes mampu dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:
  • Irigasi tetes (drip irrigation). Pada metoda ini, air irigasi diberikan dalam bentuk tetesan yang hampir terus menerus di permukaan tanah sekitar daerah perakaran dengan memakai penetes. Debit pemberian sangat rendah, umumnya kurang dari 12 liter/jam untuk point source emitter ataupun kurang dari 12 liter/jam per meter untuk line source emitter.
  • Metode irigasi bawah permukaan (sub-surface irrigation). Pada metoda ini air irigasi diberikan memakai penetes di bawah permukaan tanah. Debit pemberian pada metoda irigasi ini persis dengan yang dipakaikan pada irigasi tetes.
  • Metode bubler irrigation. Pada metoda ini air irigasi diberikan ke permukaan tanah contohnya aliran kecil memakai pipa kecil dengan debit sampai dengan sekitar 225 liter/jam. Untuk mengontrol aliran permukaan ataupun erosi, seringkali dikombinasikan dengan cara penggenangan dan alur.
  • Metode irigasi percik (spray irrigation). Pada metoda ini, air irigasi diberikan dengan memakai penyemprot kecil (micro sprinkler) ke permukaan tanah. Debit pemberian irigasi percik sampai dengan sekitar 115 liter/jam. Pada metoda ini, kehilangan air sebab evaporasi lebih besar dibandingkan dengan metoda irigasi tetes lainnya.
Irigasi tetes pun dapat dibedakan berdasarkan jenis tetesan airnya menjadi 3 jenis yakni: 
  1. Air merembes sepanjang pipa lateral (viaflo)
  2. Air menetes ataupun memancar melewati alat aplikasi yang di pasang pada pipa lateral
  3. Air menetes ataupun memancar melalui lubang-lubang pada pipa lateral.
Jenis-jenis emiter yang dijual secara komersial ialah jenis yakni:
  • In line yakni jenis emitter yang menyambung ke pipa lateral.
  • Ataupun on line yakni emitter yang terpasang ke pipa tabung melalui suatu lubang ke dinding pipa. Emiter yang dijual secara komersial umumnya sudah dikalibrasi dengan debit konstan 2, 4 ataupun 8 liter per jam.
  • Besarnya debit sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan, tekanan berkurang dalam hal dekat dengan emitter.
  • Frekuensi ataupun lamanya waktu pemberian air (priode) dipastikan oleh katup yang dioperasikan secara manual maupun yang diprogram secara otomatis. Katup pengatur meteran dirancang sebagai menutup aliran secara otomatis sesudah volume air yang diberikan di set terlebih dahulu.
Produsen Plastik Polybag
* Ingin info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Polybag untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service :
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan :
– Barang TIDAK READY STOCK, kami hanya melayani pemesanan, ukuran tergantung permintaan
– Harga netto (belum ternasuk PPN)
– Harga tidak mengikat dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
– Harga franco Surabaya, belum termasuk biaya pengiriman (ekspedisi).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Yuk, Panduan Lengkap Seputar Kelebihan dan Kekurangan Sistem Irigasi Tetes"

Posting Komentar