HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR POLYBAG

Jual Polybag, Pabrik Polybag, Polibag, Distributor Polybag, Supplier Polybag, Polybag Murah, Plastik Polybag, Harga Polybag, Ukuran Polybag, Plastik Polybag, Polybag Tanaman, Polybag Sampah, Kantong Plastik Sampah, Kantong Sampah Medis



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Teknik Tepat Peremajaan Tanaman Cabai Dengan Mudah

Produsen Plastik Polybag Best Quality - Lim Corporation

Umur tanaman cabai biasanya hanya bertahan antara 8-12 bulan dan setelah itu mulai mengering dan mati. Begitu juga produktivitasnya, semakin tua umur batang cabai, akan semakin berkurang produktivitas dan kualitas buahnya.

Kalau kondisinya sudah demikian, biasanya petani kemudian mencabut batang-batang cabai yang sudah tidak produktif tersebut kemudian menggantinya dengan tanaman baru untuk kelanjutan usaha tani atau budi daya mereka.

Baca Juga:
Tapi jangan buru-buru untuk memusnahkan batang-batang cabai yang sudah tidak produktif itu, karena ternyata batang-batang cabai yang sudah tua itu masih bisa "dimudakan" dan diberdayakan kembali tanpa harus menanam bibit baru. Sebuah inovasi telah berhasil dicoba oleh para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Linge.

Ide itu muncul saat Safirin mengamati tanaman cabainya, meski daun dan rantingnya sudah mulai mengering, tapi dia melihat, batang cabai itu masih terlihat hijau dan perakarannya pun masih kuat. Dia kemudian menerapkan sistim "Cut Back", yaitu memotong sebagian besar tanaman dan hanya menyisakan batang setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah.

Bekas potongan batang yang tersisa itu kemudian ditutup dengan plastik, kemudian diberikan pupuk dasar berupa pupuk organik cair olahan sendiri pada lahan tersebut. Tanpa dinyana, ide baru dari sang Kepala BPP menunjukkan hasil yang sangat bagus, sehingga para penyuluh yang selama ikut mengelola lahan cabai itupun semakin antusias dengan ide sang pimpinan.

Dirangsang oleh pupuk dasar yang kembali diberikan pada lahan cabai itu, batang-batang cabai yang bekas dipotong itu mulai mengeluarkan tunas-tunas baru yang bertumbuhannya sangat cepat.

Safirin dan kawan-kawan kemudian memilih 2 atau 3 tunas baru yang pertumbuhannya paling bagus untuk dipertahankan sebagai batang baru, sementara yang lainnya dibuang. Setelah tunas-tunas itu berubah menjadi batang baru dan mulai mengeluarkan cabang, kemudian mereka mulai memberikan pupuk susulan sebagaimana memberi pupuk pada tanaman baru.


Safrin dan kawan-kawan semakin terlihat bersemangat, karena hanya dalam waktu kurang lebih dua bulan, tanaman cabai dengan sistem cut back yang mereka uji coba ini sudah mulai berbuah.

Buah cabai dengan bentuk dan kualitas yang masih sama persis dengan tanaman awalnya, menunjukkan bahwa sistem ini juga bisa mempertahankan sifat genetik tanaman. Dan menjelang akhir bulan Januari 2017, di saat harga cabai masih relatif tinggi, para penyuluh itu sudah bisa menikmati hasil panen dari ujicoba yang baru pertama kali mereka lakukan itu.

Kuncup tanaman cabai yang tumbuh diharapkan bisa menghasilkan bunga dan buah baru dengan kualitas yang tidak kalah dengan tanaman muda. Seandainya terjadi penurunan sekitar 20% pun masih bisa kita maklumi.

Adapun rincian kegiatan untuk meremajakan cabai yang sudah tidak produktif adalah sebagai berikut:
  1. Buang atau cabut tanaman cabai yang layu, karena cabai layu sudah tidak bisa di produksi ulang lagi.
  2. Lakukan pemangkasan terhadap cabang dan ranting cabai yang kering, terserang penyakit, terserang hama dan tumbuh tidak normal. Catatan: Dalam pemangkasan jangan menghabiskan semua daun, artinya harus disisakan daun walaupun hanya sebuah saja.
  3. Setelah pemangkasan lakukan pemupukan melalui akar. Pemupukan bisa dilakukan dengan tugal atau kocor. Untuk jenis pupuk maspary sarankan menggunakan jenis NPK jangan hanya menggunakan urea saja. Lebih bagus lagi jika diaplikasi juga agensia hayati.
  4. Semprot sisa cabang dan ranting yang mau ditumbuhkan dengan menggunan fungisida (anti jamur) dan insektisida (anti hama) serta zat pengatur tumbuh (opsional).
  5. Tunggu sampai tumbuh tunas baru dari ruas-ruas sisa tanaman cabai.
  6. Jika yakin tanaman kita tumbuh tunas, lakukan pengocoran NPK maksimal 2 minggu sekali.
  7. Selanjutnya perawatan selanjutnya seperti perawatan cabai biasa, meliputi pemupukan dan pengendalian hama penyakit.
Dengan cara pemangkasan seperti itu diharapkan tanaman cabai yang tua bisa tumbuh normal lagi seperti tanaman muda, bisa berbunga dan berbuah normal lagi. Dengan cara pemangkasan cabai kita bisa menghemat waktu, tenaga, biaya penyemaian, penanaman dan olah tanah.

Produsen Plastik Polybag Berkualitas
* Ingin info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Polybag untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service :
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan :
– Barang TIDAK READY STOCK, kami hanya melayani pemesanan, ukuran tergantung permintaan
– Harga netto (belum ternasuk PPN)
– Harga tidak mengikat dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
– Harga franco Surabaya, belum termasuk biaya pengiriman (ekspedisi).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Teknik Tepat Peremajaan Tanaman Cabai Dengan Mudah"

Posting Komentar