HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR POLYBAG

Jual Polybag, Pabrik Polybag, Polibag, Distributor Polybag, Supplier Polybag, Polybag Murah, Plastik Polybag, Harga Polybag, Ukuran Polybag, Plastik Polybag, Polybag Tanaman, Polybag Sampah, Kantong Plastik Sampah, Kantong Sampah Medis



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Tanaman Pala, Rempah Obat Sekaligus Racun Bagi Tubuh! Kok Bisa?


Pala termasuk salah satu rempah yang berasal dari Indonesia, khususnya Kepulauan Banda di bagian timur Indonesia. Berdasarkan kutipan dari The Guardian, sejarah pala bisa dirunut cukup panjang. Buah pala sudah dikenal bangsa Arab dan diperdagangkan sejak tahun 1.000 Masehi. Salah satu dokter terkenal asal Persia saat itu, Ibnu Sina, juga mengenal pala dan menyebutnya "jansi ban" atau kacang banda. Buah pala yang diperdagangkan kemudian masuk ke Venesia di Italia dan berbagai belahan dunia lainnya.

Dan yang pastinya, pada saat itu buah pala mempunyai harga yang mahal. Dan bahkan, harganya saat itu lebih mahal dari emas. Untuk sejarah pala juga begitu kelam, lantaran diperebutkan oleh Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris. Negara tersebut rela menjelajah dunia untuk mencari sumber pala terbaik, tak lain di Kepulauan Banda.

Pala Sebagai Pencegah Pandemi 

Adapun salah satu faktor menarik bagi bangsa Eropa pada saat itu yakni kelangkaan. Untuk perbandingan masa kini, kelangkaan yang sama bisa Anda temukan pada satu kilogram kaviar beluga yang dihargai sekitar 10.000 poundsterling atau sekitar Rp 193 juta. Bukan itu saja, pala juga selalu dianggap lebih dari sekadar rempah perasa. Di awal sejarahnya, bangsa Arab juga memperjualbelikan pala sebagai pewangi, zat perangsang, dan obat.

Di dalam buku karya Penny Le Couteur dan Jay Burreson berjudul Napoleon’s Buttons, pala di abad-14 juga dipercaya sebagai pelindung wabah. Buku tersebut menjelaskan, pala dianggap bisa melindungi manusia dari wabah Black Death yang melanda Eropa pada abad ke-14 sampai 18.

Baca Juga:
Iniloh 10 Contoh Tanaman Hortikultura yang Harus Anda Tau!
Mengulik Khasiat dari 8 Tanaman Rempah Untuk Obat Alami! Mau Tau?
Mengenal Echinacea Purpurea, Tanaman Herbal yang Berkhasiat Untuk Tubuh!


Black Death adalah penyakit akibat bakteri yang asalnya dari tikus yang terinfeksi akibat gigitan kutu. Menggunakan pala yang sudah dimasukkan ke dalam kantung kecil dan dikalungkan di sekitar leher dipercaya bisa mencegah dari terkena Black Death. Pada awalnya hal tersebut dianggap sebagai takhayul belaka. Akan tetapi, bila melihat reaksi kimianya, pala mempunyai aroma khas unik yang disebabkan oleh komponen bernama isoeugenol.

Tanaman akan membentuk komponen isoeugenol sebagai insektisida alami untuk mengusir kutu. Walaupun demikian, apakah pala memang benar bisa efektif mengusir wabah sampai sekarang tidak terbukti. Tetapi, yang pasti, aroma dari pala tersebut jadi salah satu alasan kenapa pala begitu diburu.

Menyebabkan Halusinasi 

Tempat penjualan obat di masa lalu lebih berhati-hati dalam menangani dan menjual pala daripada rempah lainnya. Salah satu sekolah medis Eropa terbaik di awal abad pertengahan yakni The Salerno School, memberikan peringatan soal buah pala, “Satu biji baik untukmu, sementara yang kedua akan membuat bahaya untukmu, ketiga akan membunuhmu.”

Mungkin itu tidak sepenuhnya benar, namun memang pala bisa menjadi racun dalam dosis yang besar. Sebab minyak dalam pala mengandung myristicin. Di dalam dosis besar, myristicin akan mengakibatkan halusinasi, igauan, debaran jantung tak beraturan, rasa mual, dehidrasi, dan rasa sakit. Konsumsi pala dalam jumlah tertentu bahkan bisa berakibat fatal untuk binatang, termasuk anjing.


Dalam novel yang berjudul Naked Lunch karangan William Burroughs, sempat menuliskan bahwa ada orang-orang Amerika Selatan yang mengisap bubuk pala. Mereka mengalami kejang, berkedut, dan bergumam ketika mengigau. Malcolm X juga mendeskripsikan para tahanan Amerika Serikat yang mengonsumsi pala dalam otobiografi miliknya. Dan tak lama kemudian, pihak berwajib menemukan praktik tersebut dan melarangnya. Reputasi pala yang bisa menghasilkan halusinasi terus ada sampai saat ini.

Untuk salah satunya dalam tren terbaru yang muncul di media sosial TikTok tentang seorang remaja yang memulai tren baru mengonsumsi bubuk pala untuk kemudian merasakan efek seakan sedang mabuk. Tren ini terbilang sangat berbahaya, mengingat risiko yang disebutkan sebelumnya. Konsumsi pala dalam jumlah tersebut bisa mengakibatkan kematian.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanaman Pala, Rempah Obat Sekaligus Racun Bagi Tubuh! Kok Bisa?"

Posting Komentar