Jual Polybag Murah: Menangkap Prospek Cerah Perkebunan Karet Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2015

Menangkap Prospek Cerah Perkebunan Karet Indonesia

Permintaan karet terus meningkat. Semakin tinggi permintaan dunia akan kebutuhan karet, maka
Indonesia akan semakin diuntungkan. Sebab saat ini Indonesia merupakan Negara terbesar kedua di dunia sebagai penyuplai karet Internasiona. Catatan dunia selama ini Indonesia mengirim 3,04 juta ton karet mentah alam pertahun. Begitu kira-kira gambaran mentah prospek cerah perkebunan karet Indonesia.


Faktanya, kebutuhan karet Internasional masih sangat jauh dari kemampuan suplai karet alam Indonesia. Kajian yang dilakukan oleh Universitas Free Belanda, prediksi permintaan karet dunia pada tahun 2020 akan mencapai 25 juta ton dalam satu tahun. Dari total 25 juta ton tersebut dibutuhkan karet alam sebesar 13,472 ton (53,89%). Padahal saat ini Negara produsen karet alam hanya mampu mensuplai 7,8 juta ton. Sedangkan Indonesia hanya mampu menyumbang kebutuhan karet dunia 3,04 juta ton. Tujuan ekspor karet utama Indonesia adalah USA, Cina, Jepang, Brazil, Turki, Kanada, India, German, Belgia, Prancis, Singapura, hailand, Netherland, Argentina, Inggris, dan masih banyak Negara lainnya.

* Untuk kebutuhan polybag dalam pembibitan karet silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 - 0877.0282.1277. Info tentang polybag silahkan klik disini.

Segala data di atas kami sampaikan untuk menunjukkan bahwa prospek karet masih sangat cerah, dikarenakan masih jauh dari pasokan yang dibutuhkan dunia Industri saat ini. Indonesia juga telah memiliki jaringan luas ekspor karet ke banyak Negara. Hal ini menjadi landasan kuat bahwa perkebunan karet Indonesia terus mendapatkan pantauan pemerintah untuk terus meningkatkan produktifitasnya.

Peluang Pembibitan Karet Untuk Peremajaan dan Peningkatan produktifitas Karet
Di sisi lain, perkebunan karet Indonesia adalah perkebunan kare terluas di dunia. Pada tahun 2012, luas perkebunan karet Indonesia adalah 22,76 juta ha.  Dari total perkebunan karet tersebut, seluas 2,9 juta Ha atau  85% merupakan Perkebunan Rakyat (PR). Dengan menyandang predikat Indonesia sebagai Negara pemilik perkebunan karet terluas di dunia, seharusnya Indonesia menjadi Negara pertama pengeskpor karet alam terbanyak di dunia.
Lalu dimana permasalahannya? Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian pada Desember 2013, permasalahan perkebunan karet Indonesia terletak pada usia perkebunan karet yang sudah tua dan membutuhkan peremajaan menyeluruh. Perkebunan karet tua mempunyai permasalahan pada produkifitas karet alam yang dihasilkan.

Selain persoalan perkebunan karet yang sudah mengalami penuaan, permasalahan klasik selanjutnya adalah terkait dengan kualitas pembibitan karet. Saat ini Indonesia tidak hanya membutuhkan pembibitan karet dengan jumlah yang besar dalam rangka peremajaan, namun juga peningkatan kualitas pembibitan karet unggul.

Untuk itu peluang pembibitan karet saat ini sama cerahnya dengan prospek perkebunan karet nasional. Untuk mensiasati hal tersebut pemerintah melalui Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian terus melakukan terobosan terbaru guna mendapatkan semakin banyak pembibitan karet kualitas unggul.

Tentu saja pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, mengingat keberadaan perkebunan karet lebih banyak ditopang oleh perkebunan mandiri rakyat. Melalui Badan Litbang Pertanian melalui BPTP terus melakukan beragam penelitian dan upaya konkrit untuk mendapatkan temuan-temuan baru pembibitan karet kualitas unggul.

Badan Litbang Pertanian melalui BPTP saat ini telah mengembangkan usaha perbaikan pembibitan karet. Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Karet Tahun 2014 Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pemerintah membuka kerjasama seluas-luasnya kepada masyarakat dan para investor pertanian untuk berkejasama dalam bentuk waralaba pembibitan karet. Karakteristik teknologi dan tawaran waralaba yang diterapkan pemerintah semakin menarik bagi para investor untuk menghasilkan pembibitan karet kualitas unggul. Anda tertarik menangkap peluang ini? Jangan lewatkan Menangkap Prospek Cerah Perkebunan Karet Indonesia ini.
* Baca juga Perkebunan Karet, “Obat Kemiskinan Rakyat” di Daerah Pedalaman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar