Jual Polybag Murah: Menyelamatkan Sawit dari Gangguan Babi Hutan

Jumat, 02 September 2016

Menyelamatkan Sawit dari Gangguan Babi Hutan


Hama pertanian selalu muncul di mana-mana. Begitu juga dengan berbagai hewan pengganggu. Pertanian atau perkebunan kecil setapak di sekitar perkampungan yang menjadi pengganggu adalah hewan peliharaan warga kampung. Bisa ayam, mentok yang rakus makan segala dedaunan, kambing, serangga, dan masih banyak lainnya.

Lalu bagaimana kondisi pertanian dan perkebunan besar?
Ternyata sama. Musuh petani adalah hadirnya hama dan hewan pengganggu tersebut. Ratusan hektar lahan sawit di Jambi misalnya, tiba-tiba saja bisa diserang oleh puluhan hingga ratusan babi hutan. Tidak mengherankan, para petani sawit berjuang sekuat tenaga menjaga ladangnya. Bahkan banyak petani sawit yang hidup dengan kondisi apa adanya, tidak layak dan bertahan di dalam kebun sawit. Tujuannya “hanya” menjaga dan mengusir babi hutan.

Kehidupan petani sawit jadi kurang terurus.Hidup di tengah kebun dengan akses dan fasilitas yang sangat terbatas.Apalagi ditopang dengan minimnya pengetahuan dan keilmuan budidaya sawit. Belum lagi jika hasil panen mereka dibeli murah oleh agen, harga yang sangat berbeda dengan harga sawit pasaran. Lengkap, menjadi narasi memprihatinkan nasib petani ladang sawit.

#Baca juga Budidaya Tomat Menggunakan Polybag.

Mulailah Berbenah
Tidak ada yang tidak mungkin. Persoalan selalu membuat kita semakin dewasa, bukan sebaliknya. Banyak narasi atau cerita sukses petani sawit yang sudah ada dapat dengan mudah kita temukan jika akrab dengan akses modernitas saat ini: penggunaan internet.

Atau barangkali bagi Anda yang lahir dari orang tua pengelola sawit. Suka duka bertani sawit tentu sudah Anda lewati. Sebagai anak muda, lebih baik jika akses pengetahuan kita yang jauh lebih baik dari orang tua dapat menyelematkan para orang tua kita terkait penanam sawit.
Inilah maksud mulai berbenah.

Kami Jual Waring untuk Pertanian dan Perkebunan
Salah satu musuh petani sawit adalah babi hutan. Keberadaannya memang lebih banyak mengganggu. Keberadaanya dapat dengan cepat merusak kebun sawit.
Berikut trik pengendalian hama babi hutan yang sudah terbukti efektif.

Membuat Parit
Membuat parit terbukti efektif menjauhkan jangkauan babi hutan. Hanya saja cara ini tergolong mahal, Petani harus membuat saluran air melingkar untuk menyulitkan jangkauan babi hutan.

Menanam Pagar hidup
Menanam pagar hidup juga sangat efektif dengan biaya yang lebih murah. Pagar tanaman hidup yang dapat ditanam adalah salak. Cara ini tergolong efektif, karena duri salak membuat babi hutan berjuang keras dan tidak berani masuk.


Menebar Racun
Cara ini dapat dilakukan. Racun yang dapat digunakan seperti thimex, thiodan, pospit, atau lainnya. Gunakan singkong rebus sebagai umpan. Campur dengan terasi untuk memberikan aroma yang menyengat. Campur dengan racun dan sebarkan ke lahan pertanian.

Lakukan dengan hati-hati, agar racun tidak menjadi senjata makan tuan. Cuci tangan hingga bersih setelah selesai melakukan aktifitas penebaran singkong rebus beracun di lahan sawit.

Kombinasi Pagar Tanaman Hidup dengan Waring
Hama sawit bukan hanya babi hutan. Beberapa serangga perusak sawit seperti Kumbang penggerek pucuk, kumbang pemakan akar, kupu yang membawa ulat, rayap dan lain sebagainya. Kondisi yang sangat mengganggu, khususnya pada proses pembibitan.

Untuk wilayah pembibitan, maka tambahkan pagar hidup dengan menggunakan waring sebagai pagar. Waring sebagai pagar tanaman bermanfaat untuk mengendalikan hama yang menyerang bibit sawit.

Bagi anda petani sawit yang membutuhkan polybag anda bisa hub: 0852.3392.5564 / 0877.0282.1277 / 0812.3258.4950 . Untuk ukuran polybag sesuai dengan permintaan ,tersedia 2 jenis polybag yaitu KW Super dan KW Biasa .Untuk polybag tidak ready pesan dulu ukuran sesuai dengan permintaan.Untuk info harga polybag klik DISINI.

Demikin sekilas sharing tentang mengatasi hama pada tanaman sawit. Semoga hasil panen kita berlimpah dan penuh berkah.
Baca juga Bagaimana Pembibitan Kelapa Sawit Dengan Benih Unggul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar