Langkah Demi Langkah Budidaya Melon dari Biji hingga Masa Panen
Buah melon (Cucumis melo L.) selalu menjadi primadona di meja makan karena rasanya yang manis, aromanya yang harum, dan teksturnya yang menyegarkan.
Baca Juga:
- Kaya Antioksidan, Benarkah Buah Lengkeng Ampuh Menjaga Awet Muda?
- Potensi Ekonomi Tanaman Lavender dalam Industri Kosmetik Modern
- Keunggulan Menggunakan Polybag Tanaman Dibandingkan Pot Biasa
Menanam melon sendiri memberikan kepuasan yang luar biasa, apalagi jika kita berhasil memetik buah yang besar dan manis langsung dari kebun. Meskipun melon sering dianggap sebagai tanaman yang "manja", sebenarnya dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, Anda bisa sukses membudidayakannya dari biji hingga panen.
1. Pemilihan Benih Unggul
Keberhasilan budidaya dimulai dari kualitas benih. Pilihlah benih hibrida yang memiliki daya tumbuh tinggi dan ketahanan terhadap penyakit. Anda bisa memilih varietas sesuai selera, seperti Sky Rocket yang renyah,
melon emas (Golden Melon) yang kulitnya halus, atau melon Rock yang memiliki aroma sangat kuat. Sebelum ditanam, rendam benih dalam air hangat selama 2–4 jam untuk merangsang perkecambahan.
2. Proses Penyemaian
Jangan langsung menanam biji di lahan luas. Gunakan media semai berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Masukkan biji ke dalam polybag kecil atau tray semai dengan posisi bagian runcing menghadap ke bawah.
Letakkan di tempat yang teduh namun tetap mendapat udara segar. Dalam waktu 3–5 hari, tunas akan mulai muncul. Bibit siap pindah tanam setelah memiliki 2–3 helai daun sejati atau berusia sekitar 10–14 hari.
3. Persiapan Media Tanam dan Lahan
Melon membutuhkan tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Jika Anda menanam di tanah langsung, buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm agar akar tidak tergenang air saat hujan. Jika menggunakan pot atau polybag, gunakan ukuran minimal diameter 40 cm.
Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebagai nutrisi dasar. Pastikan tingkat keasaman (pH) tanah berada di kisaran 5,8 hingga 7,0 agar penyerapan nutrisi maksimal.
4. Penanaman dan Pemasangan Ajir (Lanjaran)
Pindahkan bibit dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Karena melon adalah tanaman merambat, sangat disarankan untuk memasang ajir atau bilah bambu segera setelah tanam.
Ajir ini berfungsi sebagai penopang agar tanaman tumbuh tegak ke atas (vertikal). Teknik ini sangat efektif untuk menghemat lahan dan memastikan sirkulasi udara di sekitar daun tetap terjaga, sehingga tanaman tidak mudah terserang jamur.
5. Perawatan dan Teknik Pemangkasan (Pruning)
Ini adalah tahap krusial. Agar buah melon berukuran besar, Anda harus melakukan pemangkasan. Biarkan satu batang utama tumbuh, dan pangkas tunas-tunas air yang muncul di ketiak daun bawah. Biasanya, buah yang dipelihara adalah buah yang muncul pada cabang ke-9 hingga ke-13. Sisakan hanya 1 atau 2 buah terbaik per tanaman agar nutrisi fokus sepenuhnya pada pembesaran buah tersebut.
6. Pemberian Nutrisi dan Pengairan
Melon sangat haus akan air, terutama pada fase pembungaan. Lakukan penyiraman rutin pagi dan sore hari, namun hindari menyiram bagian daun untuk mencegah penyakit. Berikan pupuk tambahan secara berkala, terutama yang mengandung Kalium (K) tinggi saat buah mulai terbentuk untuk meningkatkan kadar kemanisan (brix) buah.
7. Masa Panen
Melon biasanya siap dipanen pada usia 60 hingga 80 hari setelah tanam, tergantung varietasnya. Ciri melon yang matang adalah munculnya retakan halus (net) yang tegas pada kulit buah (untuk tipe melon net),
aromanya mulai tercium harum, dan daun di dekat tangkai buah mulai menguning atau mengering. Gunakan gunting tajam untuk memotong tangkai buah, dan bentuklah huruf "T" pada tangkai agar tampilan buah terlihat lebih profesional.

.png)
0 Response to "Langkah Demi Langkah Budidaya Melon dari Biji hingga Masa Panen"
Posting Komentar