Jual Polybag Murah: Cara Budidaya Tanaman Kakao (1), Pembibitan & Penanaman

Rabu, 10 Juni 2015

Cara Budidaya Tanaman Kakao (1), Pembibitan & Penanaman

Kebutuhan curah hujan untuk tanaman kakao (Theobroma cacao) yang ideal 1.250-3.000 mm/tahun. Kakao membutuhkan distribusi curah hujan secara merata sepanjang tahun. Sedangkan suhu yang ideal bagi pertumbuhan kakao maksimum 30-32 C, minimum 18-21 C, rata-rata suhu bulanan 26,6 C. Suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan tunas, pembungaan, dan kerusakan daun.  kalau suhu terlalu tinggi bisa memacu pembungaan tapi kemudian gugur. Suhu yang paling baik saat pembungaan sekitar 26-30 C.

Kelembaban udara di areal tanaman kakao perlu juga diperhatikan, agar tanaman bisa tumbuh secara maksimal. Karena kelembaban udara sangat mempengaruhi pertumbuhan daun kakao. Tanaman kakao yang tumbuh di areal dengan kelembaban udara relatif 50-60% akan memiliki daun lebat dan berukuran besar. Tapi apabila kelembaban udara terlalu tinggi menyebabkan berkembangnya cendawan patogen, sementara kalau kelembaban terlalu rendah akan mempercepat penguapan.

Tanaman muda yang baru ditanam atau pada saat pembibitan, membutuhkan 25-35% sinar Matahri penuh. Sinar Matahari yang terlalu banyak menyebabkan lingkaran batang kecil, luas daun sempit, dan tanaman relatif pendek. Tanaman dewasa atau yang sudah menghasilkan memerlukan intensitas sinar Matahari 65-75%. Hal tersebut dapat diperoleh dengan pengaturan naungan atau tanaman pelindung dan penataan tajuk tanaman kakao.

Daun Kakao umumnya berbentuk lebar sehingga lebih mudah gugur dan rusak  apabila terkena angin kencang. Angin yang bersifat kering dan berasal dari laut yang mengandung garam akan menyebabkan kerusakan mekanis, daun-daun gugur, pucuk-pucuk layu, dan gagal penyerbukan.

Kakao memerlukan tanah yang tidak tergenang air dan tidak mengalami kekeringan pada musim kemarau. Tanah banyak mengandung humus atau bahan organik dan cukup gembur. pH tanah optimum 6-7, 5 dan mengandung cukup udara dan air.

Mempersiapkan Lahan
1. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan diawali dengan memotong kayu, membongkar tanggul kayu, dan pembakaran. Selanjutny, pembersian lahan dari alang-alang

2. Jarak Tanam dan Lubang Tanam
Jarak yang biasa digunakan 3 x 3 m dengan populasi setiap hektar kurang lebih  1.100 pohon. Lubang tanam disiapkan 2-3 bulan sebelum penanaman. Pada lubang tanam diberi pupuk kandang. Kira-kira satu bulan sebelum tanam, lubang ditutup kembali dengan susunan tanah seperti semula. Ukuran lubang tanam bervariasi, tergantung pada kondisi atau kesuburan tanah dan padat tidaknya tanah. Ukuran lubang yang biasa digunakan 40 x 40  x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm.

3. Penanaman Tanaman Pelindung
Tanaman pelindung sangat diperlukan untuk mengatur intensitas penyinaran Matahari, suhu, dan kelembapan udara, menambah unsur hara, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi kecepatan angin dan penguapan. Tanaman pelindung dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a). Tanaman Pelindung Sementara
Tanaman pelindung sementara berfungsi melindungi tanaman kakao muda yang baru dipindahkan di lahan. Tanaman pelindung sementara harus mempunyai sifar-sifat, antara lain tumbuh tegak, cepat, tahan dipangkas dan kayunya lunak, berupa semak, perakaran samping tidak terlalu banyak dan tidak mengganggu tanaman kakao, dan mudah dibongkar. Pelindung yang baik, yakni tanaman lamtoro sebab mampu menambah kandungan  N dalam tanah, juga dapat menggunakan pohon pisang atau turi.

b). Tanaman Pelindung Tetap
Tanaman pelindung tetap berfungsi melindungi tanaman kakao yang sudah  produktif. Jenis pohon yang biasa digunakan, diantaranya lamtoro, sengon jawa, dan dadap.
Tanaman pelindung tetap harus dipertahankan sepanjang hidup tanaman kakao dan diperlukan dalam jangka waktu lama serta bersifat permanen. Oleh karena itu, pelindung tetap harus bersifat tumbuh cepat, memiliki tajuk lebih tinggi dari pada tanaman kakao, percabangan banyak sehingga memberikan naungan dengan jangkauan luas, tahan dipangkas dan kayunya keras, tidak mudah tumbang karena tiupan angin, tidak disukai hama atau bukan merupakan inang hama dan penyakit yang merusak pohon, dan meneruskan sinar Matahari secara tersebar.

Pembibitan
1. Perkecambahan
a). Perkecambahan Menggunakan Karung Goni
Perkecambahan menggunakan karung goni dinilai lebih praktis daripada perkecambahan badengan. Di atas tanah yag telah rata dan bebas dari gulma diberi satu lapis batu merah sesuai dengan luas karung goni untuk mempermudah peresapan air siraman. Sebelum digunakan, karung goni direndam didalam larutan fungisida terlebih dahulu. Setiap karung goni dapat memuat 1.200 biji dengan jarak benih 2 x 3 cm. Setelah benih ditata diatas karung goni, diatasnya ditutup karung goni yang sudah dibasahi. Selanjutnya, penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari.

Diatas karung goni diberi naungan semantara. Benih telah berkecambah setelah empat hari di persemaian dan dianjurkan untuk dipindah ke polybag, kemudian diletakkan di pembibitan. Pemindahan benih dari tempat perkecambahan diakhiri pada hari ke-12 karena apabila lebih dari 12 hari, benih termasuk benih yang tidak baik.

b). Perkecambahan Menggunakan Bedengan
Penanaman benih langsung diletakkan diatas tanah yang dilapisi pasir halus setebal 15cm. Bedengan endaknya merupakan tanah yang subur, datar, dan bebas gulma, akar-akar pohon, dan batu. Diatas bedengan diberi naungan untuk menghindari sinar Matahari langsung.
Benih diatur dibedengan dengan jarak 1 x 3 cm atau 2 x 3 cm atau 3 x 5 cm. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Saat yang tepat untuk melakukan pemindahan, yakni ketika kotiledon sudah muncul diatas pasir atau sudah berumur 4-5 hari stela semai. Pemindahan yang terlambat arus dihindari, yakni apabila hipokotil sudah memanjang atau bahkan kotiledon sudah membuka.

2. Pembibitan
Benih yang telah berkecambah (bibit) siap dipindah ke pembibitan. Polybag yang digunakan untuk pembibitan kakao berukuran 30 x 20 cm denagn tebal 0,08 mm dan tela dibuat lubang sekitar 18 lubang. Media yang digunakan campuran tanah subur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:2:1. Media dimasukkan ke dalam polybag yang sudah berisi media kurang lebih 6Kg, kemudian polybag diatur dengan jarak 15 x 15cm atau 15 x 30cm. Media tanam disiram sampai cukup lembab. Bibit ditanam dalam media, kemudain tanah disekitar bibit dipadatkan kembali. Tempat pembibitan perlu diberi naungan (paranet/shading net).

* Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 - 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.
* Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564, info selengkapnya klik disini.

Penanaman
Penanaman Kakao dapat dilakukan saat bibit sudah berusia 4-6 bulan i pembibitan. Pemindaan bibit ke lahan juga dapat dilakukan saat tanaman sudah mempunyai daun tua paling sediit 12 helai, tinggi minimum 50cm, dan diameter batang kurang lebih 1,5cm. Pengangkutan bibit ke lahan penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit media tidak pecah.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum penanaman, antara lain lubang tanam yang sudah ditutup kurang lebih satu bulan digali lagi sedalam polybag bibit kakao, tanaman pelindung sementara dan pelindung tetap sudah berfungsi dan berkembang, dan saat pemindahan atau penanamn bibit ke lahan sebaiknya dilakukan ketika tanamn tidak sedang bertunas.

Cara menanam bibit kakao ialah sebagai berikut.
1. Polybag disayat dengan pisau dari bawah ke atas, uahakan agar media bibit tidak pecah dan akar tidak rusak.
2. Bibit beserta media yang telah dikeluarkan dari polybag dimasukkan di tengah-tengah lubang tanam hingga media bibit sejajar dengan permukaan tanah.
3. Tanah dikiri dan kanan tanamn dipadatkan kembali agar tidak terdapat rongga udara yang dapat mengakibatkan kekeringan dan tanah di sekitar batang dibuat gundukan.
* (dirangkum dari berbagai sumber)
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Kakao (2), Pemeliharaan & Pengendalian Hama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar