Jual Polybag Murah: Cara Budidaya Tanaman Kakao (2), Pemeliharaan & Pengendalian Hama

Kamis, 11 Juni 2015

Cara Budidaya Tanaman Kakao (2), Pemeliharaan & Pengendalian Hama

Pemeliharaan
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila tanaman kurang baik pertumbuhannya atau mati. Penyulaman dapat dilakukan sampai tanaman berumur 10 tahun karena tanaman akan mulai dibongkar saat berumur 25tahun. Denagn demikian, sebelum dibongkar tanaman pengganti sudah berproduksi.

2. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk mematikan gulma yang tumbuh dilahan. Secara kimia dapat dilakukan dengan pengguanaan herbisida, penyemprotan diusahakan janagan sampai mengenai daun-daun tanaman. Penyiangan yang paling aman  dengan cara dicabut, terutama disekitar batanag tanaman  kakao.

3. Pemupukan
Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik dan anorganik. Untuk mendapat produksi maksimal, pemupukan harus dilakukan denagn tepat, baik waktu, dosis, jenis, maupun pemberiannya.

4. Pemangkasan
Pemangkasan merupakan suatu tindakan atau kegiatan pembuangan atau pengurangan sebagian dari cabang, ranting dan daun, tujuannya anatara lain sebagai berikut :
a. Memperole kerangka dasar (frame) tanaman yang baik.
b. Mengatur penyebaran cabang, ranting, dan daun-daun produktif agar merata.
c. Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki, seperti tunas air dan cabang yang sakit.
d. Merangsang pembentukan bagian tanaman yang lebih produktif, seperti daun, ranting, dan cabang baru.
e. Mengurangi serangan hama dan penyakit

Pemangkasan tanaman kakao dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
a. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan membentuk kerangka tanaman yang baik. Pemangkasan ini dilakukan untuk memperoleh tiga cabang primer yang tumbuh kuat dan sehat dari 4-6 cabang yang tumbuh dan apabila memungkinkan dipilih cabang dengan arah tumbuh merata keatas . Pemangkasan dilaksanakan saat tanaman mencapai ketinggian 1-2m dan sesudah membentuk 3-6 cabang utama.

b. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk mempertahankan atau memelihara agar kerangka dasar tetap baik. Cabang sekunder yang tidak baik dan tunas air pada cabang sekunder dan primer dibuang. Pemangkasan ini dilaksanan pada tahun kedua atau kurang lebi 14-18 bulan setelah pembentukan jorket.

Pemangkasan pemeliharaan sangat menentukan bentuk dan struktur percabanagan tanaman kakao. Pemangkasan ini dilakukan secara rutin 2-3 bulan sekali atau tergantung pada pertumbuhan tanaman sampai tanman berumur 4 Tahun. Jangan memotong ujung atau tititk tumbuh cabang primer supaya tajuk tanaman segera saling bertemu dan menutup.

c. Pemangkasan Produksi
Pemangkasan produksi bertujuan mendorong tanaman agara berproduksi secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pemangkasna mengurangi daun yang kurang produktif agara penyebaran daun produktif merata. Selain itu, bagian-bagian tanmaan yang tidak dikehendaki, seperti cabang sakit, tnas air dan ranting kering dibuang.

Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 - 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.
Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564 - 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.

Pengendalian Hama dan Penyakit
1. Hama
a. Penggerek Buah Kakao
Hama penggerek umumnya menyerang buah kakao muda, pada saat buah mencapai panjang sekitar 8cm. Gejalanya tampak apabila buah sudah masak, yakni warna kulit buah pudar dan timbul belang berwarna jingga. Apabila diguncang tidak menimbulkan bunyi dan apabila buah dibelah warna daging hitam, biji melekat satu sama lain berwarna hitam, kriput dan ringan.

Penegendalianya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1). Rompesan buah, yakni memetik buah secarasrentak setelah panen besar.
2). Penyelubungan buah, yakni menyelubungi buah yang masih muda (panjang buah 8-10cm) menggunakan kantong plastikdengan panjang 30cm, lebar 15cm, dan tebal 0,2mm.
3). Karantina atau tidak mendatangkan buah kakao yang akan diambil bijinya dari lokasi sumber hama.

b. Kepik Penghisap Buah
Gejala serangn, pada buah terdapat bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman. Jika menyerang ranting dan daun,pada bagian yang terserang akan timbul bercak-bercak cekung, kemudian ranting dan daun layu, kering dan mati. Pengendalian secara kimia menggunakan inteksida dan memanfaatkan musuh alami, seprti semut hitam, bealalng sembah dan laba-laba.

c. Ulat Kilan
Gejalanya daun berlubang, apabila serang daun tua pun diserang sehingga tanamn gundul. Pengendalian secara mekanis dengan memotong ranting dan daun yang terserang, kemudian ulat yang terkumpul dibenamkan ke tanah. Pengendalian secara kimiawi mengguanakan inteksida.

2. Penyakit
a. Penyakit Busuk Buah
Buah yang diserang berubah warna menjadi coklat kehitaman mulai dari ujung buah. Gejala dijumpai pada buah muda maupun yang sudah masak.
Pengendalian secar mekanis dengan mengambil buah yang busuk, kemudian dipendam sedalam sekitar 30cnm dari permukaan tanah. Kultur teknis, yakni mengatur kelembaban kebun agar tidak terlalau tinggi dan drainasekebun diperbaiki lagi. Pengendalian secara Kimia menggunakan fungsida.

b. Penyakit Kanker Batang
Gejalanya terdapat bercak cokelat tua kehitaman berbatas jelas dan berbentuk tidak teratur pada batang yang terserang. Serangan berat akan menyebabkan tanaman mati. Pengendalianya dengan mengerok bagian batang yang sakit sampai batas yang sehat, kemudian mengolesinya dengan fungsida atau ter.

c. Penyakit Antraknose
Pada daun, terdapat bintik-bintik nekrotis berwarna cokelat tidak beraturan dan daun-daun yang tersrang rontok sehingga tanman gundul. Pada buah, buah menjadi layu dengan bintik-bintik cokelat, akhirnya buah mengering menjadi mumi. Pengendalian dengan pemupukan yang tepat, pemberian pohon naungan, pemangkasan ranting-ranting sakit, pemusnahan buah-buah busuk, dan pelindungan tunas-tunas dengan fungsida.

Pemanenan
Buah kakao dapat dipanen pda saat buah berumur 170 hari atau kira-kira enam bulan atau buah sudah masak menjadi kuning/jingga. Buah sudah siap panen apabila digoncang-goncang akan berbunyi. Hal yang perlu diperhatikan, yakni pisau untuk memotong harus benar-benar tajam agar bantalan bunga tidak rusak.

Pemetikan harus tepat pada saat buah sudah masak. Apabila dilakukan terlalu awal, mutu biji kering sangat rendah karena biji-bijinya gepeng dan keriput dan kadar gula dalam pulp masih kurang sehingga hasil fermentasi kurang baik. Apabila buah terlalu masak, menyebabkan biji berkecambah di dalam buah, pulp mulai mengering, dan aroma menurun.
(dirangkum dari berbagai sumber).
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Kakao (1), Pembibitan & Penanaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar