Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag agar Berbuah Lebat dan Anti Layu
Cabai rawit merupakan salah satu kebutuhan dapur yang harganya seringkali melonjak tinggi. Menanam sendiri di rumah menggunakan media polybag adalah solusi cerdas untuk menghemat pengeluaran sekaligus menyalurkan hobi berkebun. Namun, banyak pemula yang mengeluh karena tanamannya tiba-tiba layu sebelum berbuah atau buahnya rontok.
Baca Juga:
- Pilih Ukuran Polybag yang Tepat agar Akar Tanaman Maksimal
- Plot Twist! Ternyata Kacang Tanah Itu Bukan Kacang, Terus Apa Dong?
- Peran Polybag Modern dalam Budidaya Tanaman Efisien dan Ramah Lingkungan
Sebenarnya, kunci sukses menanam cabai di lahan sempit adalah pada persiapan media dan perlindungan tanaman. Berikut adalah panduan lengkap agar cabai rawit Anda tumbuh subur, berbuah lebat, dan bebas dari penyakit layu.
1. Persiapan Media Tanam "Anti Bantat"
Penyebab utama penyakit layu (baik layu bakteri maupun layu fusarium) adalah media tanam yang terlalu padat dan tergenang air. Akar cabai membutuhkan ruang untuk bernapas.
Triknya: Gunakan campuran tanah topsoil, sekam bakar, dan pupuk kandang yang sudah matang (fermentasi) dengan perbandingan 1:1:1. Penambahan sekam bakar sangat penting untuk memastikan media tetap poros (tidak becek) sehingga air siraman bisa mengalir lancar, namun kelembapan tetap terjaga. Jangan lupa campurkan sedikit kapur dolomit untuk menjaga pH tanah agar tidak terlalu asam.
2. Perlindungan dari Cuaca Ekstrem
Cabai rawit membutuhkan sinar matahari penuh, namun air hujan yang berlebihan adalah musuh utama karena membawa patogen penyakit.
Triknya: Jika Anda menanam dalam skala banyak di halaman, sangat disarankan menggunakan atap pelindung dari Plastik UV. Plastik UV berfungsi membiarkan cahaya masuk secara optimal namun menghalangi air hujan langsung membasahi media tanam secara berlebihan. Ini adalah rahasia utama agar tanaman "Anti Layu", karena kelembapan di sekitar perakaran menjadi lebih terkontrol.
3. Pemberian Nutrisi Berkala
Agar buahnya lebat dan tidak mudah rontok, tanaman memerlukan asupan nutrisi makro dan mikro yang seimbang, terutama saat memasuki fase berbunga.
Triknya: Fase Vegetatif (1-30 hari): Gunakan pupuk dengan kandungan Nitrogen tinggi (seperti NPK 16-16-16) untuk merangsang rimbunnya daun dan batang yang kuat.
Fase Generatif (Mulai berbunga): Berikan pupuk yang kaya Kalium dan Fosfat (seperti MKP) untuk menguatkan bunga agar tidak rontok dan meningkatkan bobot buah cabai.
4. Pencegahan Hama dan Penyakit Layu
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Penyakit layu biasanya muncul karena serangan jamur dari dalam tanah atau virus yang dibawa oleh hama seperti kutu kebul.
Triknya: Sejak awal penanaman, campurkan agens hayati seperti Trichoderma ke dalam media tanam. Jamur baik ini akan memakan jamur jahat penyebab layu fusarium. Selain itu, lakukan penyemprotan rutin menggunakan pestisida nabati (campuran bawang putih atau puntung rokok) untuk mengusir hama pengisap daun yang merusak kesehatan tanaman.
5. Teknik Perempelan Tunas Air
Banyak orang membiarkan semua cabang tumbuh, padahal ini membuat nutrisi terbagi-bagi dan buah menjadi kecil.
Triknya: Lakukan perempelan pada tunas air yang tumbuh di ketiak daun sebelum cabang utama membentuk huruf "V". Dengan teknik ini, nutrisi akan difokuskan untuk pembentukan bunga dan buah di bagian atas, sehingga hasil panen lebih seragam dan besar-besar.

.png)
0 Response to "Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag agar Berbuah Lebat dan Anti Layu"
Posting Komentar