HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR POLYBAG

Jual Polybag, Pabrik Polybag, Polibag, Distributor Polybag, Supplier Polybag, Polybag Murah, Plastik Polybag, Harga Polybag, Ukuran Polybag, Plastik Polybag, Polybag Tanaman, Polybag Sampah, Kantong Plastik Sampah, Kantong Sampah Medis



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Panduan Praktis Budidaya Sawi Hijau: Dari Benih Hingga Panen

Sawi hijau atau yang sering disebut sawi bakso (Brassica juncea) merupakan salah satu komoditas sayuran yang tidak pernah kehilangan penggemar di Indonesia. Selain rasanya yang segar, sawi hijau kaya akan vitamin A, K, dan C, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang ingin memulai gaya hidup sehat. 

Baca Juga:

Kabar baiknya, budidaya sayur ini relatif mudah dan tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Dengan ketekunan, siapa pun bisa menghasilkan sawi hijau berkualitas tinggi, baik di pekarangan rumah maupun lahan komersial.

Persiapan Benih dan Persemaian

Langkah pertama yang paling krusial dalam budidaya sawi hijau adalah pemilihan benih unggul. Benih yang baik biasanya memiliki tingkat perkecambahan di atas 80% dan bebas dari hama penyakit. Sebelum ditanam di lahan utama, benih sebaiknya disemai terlebih dahulu di dalam baki semai atau polybag kecil.

Gunakan media semai berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Proses persemaian ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu sampai bibit memiliki 3-4 helai daun sejati. Tahap ini sangat penting untuk memastikan hanya bibit terkuat yang akan dipindahkan ke lahan, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir sejak dini.

Pengolahan Lahan dan Penanaman

Sambil menunggu bibit siap, lahan harus disiapkan dengan cara dicangkul agar tanah menjadi gembur. Sawi hijau menyukai tanah yang kaya organik dan memiliki drainase yang baik agar akar tidak membusuk. Pemberian pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar sangat disarankan untuk memberikan nutrisi awal bagi tanaman.

Setelah bibit siap, buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 20x25 cm. Jarak yang cukup akan memastikan setiap tanaman mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan paparan sinar matahari yang merata. Pindahkan bibit secara hati-hati pada sore hari untuk menghindari stres tanaman akibat terik matahari.

Perawatan dan Pemeliharaan Rutin

Kunci keberhasilan budidaya sawi hijau terletak pada rutinitas perawatan. Sawi adalah tanaman yang menyukai air, sehingga penyiraman harus dilakukan dua kali sehari, terutama saat musim kemarau. Namun, pastikan air tidak menggenang karena dapat mengundang jamur.

Selain penyiraman, penyiangan atau pembersihan gulma juga perlu dilakukan secara berkala agar tidak terjadi perebutan nutrisi. Untuk pemupukan susulan, penggunaan pupuk organik cair (POC) atau pupuk nitrogen dapat dilakukan saat tanaman berumur dua minggu setelah tanam untuk memacu pertumbuhan daun yang lebar dan hijau pekat.

Masa Panen yang Singkat

Salah satu alasan mengapa sawi hijau sangat diminati untuk dibudidayakan adalah masa panennya yang relatif singkat. Dalam waktu 30 hingga 40 hari setelah tanam, sawi sudah siap dipanen. Ciri sawi yang siap petik adalah ukuran daunnya yang sudah maksimal dan batang yang terlihat segar namun belum berbunga.

Cara panennya pun mudah, cukup dengan mencabut seluruh tanaman hingga akarnya atau memotong pangkal batangnya. Segera letakkan hasil panen di tempat yang teduh agar sayuran tidak cepat layu sebelum dikonsumsi atau dijual.

Budidaya sawi hijau bukan hanya sekadar kegiatan bertani, tetapi juga investasi kesehatan dan ekonomi. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan waktu tunggu yang singkat, sayur ini memberikan kepuasan tersendiri bagi pelakunya. Dengan menerapkan teknik yang tepat, Anda bisa menikmati sayuran segar langsung dari lahan sendiri yang terjamin kebersihan dan kualitasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panduan Praktis Budidaya Sawi Hijau: Dari Benih Hingga Panen"

Posting Komentar