Pohon Pule, Tanaman Ikonik Indonesia yang Bisa Tumbuh Hingga Puluhan Meter
Indonesia dianugerahi kekayaan hayati yang luar biasa, salah satunya adalah Pohon Pule (Alstonia scholaris).
Baca Juga:
- Langkah Demi Langkah Budidaya Melon dari Biji hingga Masa Panen
- Kebun Cantik di Rumah: Cara Menanam Selada yang Renyah dan Segar
- Cara Melubangi Polybag dengan Benar Agar Drainase Lancar dan Akar Tidak Busuk
Belakangan ini, nama Pohon Pule semakin sering terdengar karena menjadi salah satu tanaman pilihan untuk menghiasi lanskap Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Namun, di balik popularitasnya yang melonjak, Pule menyimpan sejarah panjang, mitos yang mendalam, dan fakta botani yang mengagumkan.
Sang Raksasa Hijau yang Tangguh
Pohon Pule dikenal sebagai tanaman yang memiliki postur megah. Di habitat aslinya, pohon ini mampu menjulang tinggi hingga 40 meter, menjadikannya salah satu raksasa di hutan tropis Indonesia. Batangnya yang tegak lurus dengan percabangan yang rapi dan berlapis-lapis memberikan siluet yang estetis, sehingga sering digunakan sebagai pohon peneduh di pinggir jalan maupun taman kota.
Salah satu alasan mengapa Pule begitu digemari di area perkotaan adalah ketangguhannya. Pohon ini sangat toleran terhadap berbagai jenis tanah dan mampu bertahan di lingkungan dengan polusi udara yang tinggi. Daunnya yang mengkilap dan tumbuh melingkar ( verticillate) memberikan kesan rimbun yang mampu menyerap karbon dioksida secara efektif.
Antara Mitos dan Realita
Di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, Pohon Pule sering kali diselimuti nuansa mistis. Ukurannya yang besar dan rimbun membuat sebagian masyarakat menganggapnya sebagai tempat tinggal makhluk halus. Namun, persepsi ini perlahan bergeser. Saat ini, kesan "angker" tersebut telah berganti menjadi kesan "mewah".
Kini, Pohon Pule berukuran besar menjadi simbol prestise dalam penataan taman. Proses relokasi pohon Pule berdiameter besar memerlukan teknik khusus dan biaya yang tidak sedikit. Tidak heran jika satu pohon Pule dewasa yang sudah dibentuk dengan indah bisa dibanderol dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Mengapa Namanya "Scholaris"?
Nama ilmiah Pule, Alstonia scholaris, menyimpan fakta unik. Kata scholaris berasal dari bahasa Latin yang berkaitan dengan "sekolah" atau "pelajar". Mengapa demikian? Secara historis, kayu pohon Pule yang ringan namun padat sering digunakan sebagai bahan pembuatan papan tulis dan alat tulis di sekolah-sekolah zaman dahulu.
Meskipun kayunya tidak cukup kuat untuk bahan bangunan rumah, sifatnya yang mudah dibentuk membuatnya ideal untuk kerajinan tangan, wayang, dan peralatan rumah tangga sederhana.
Apotek Alami dari Kulit Kayu
Bagi masyarakat tradisional, Pule bukan sekadar penghias taman, melainkan apotek hidup. Kulit kayunya yang memiliki rasa sangat pahit mengandung alkaloid seperti ditain dan ekitamin.
Dalam pengobatan herbal, kulit Pule dikenal sebagai obat mujarab untuk mengatasi penyakit kulit, demam, malaria, dan masalah pencernaan seperti diare. Di beberapa wilayah, ekstrak kulit pule juga digunakan untuk memperkuat stamina tubuh.
Pohon Pule adalah representasi sempurna dari kekayaan alam Indonesia: kuat, fungsional, dan sarat akan nilai budaya. Dari fungsinya sebagai papan tulis di masa lalu hingga menjadi "tanaman sultan" di era modern, Pule membuktikan bahwa tanaman lokal memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu.
Menanam Pule bukan hanya tentang mempercantik lingkungan, tetapi juga menjaga warisan hijau yang memberikan nafas bagi bumi.
.png)
0 Response to "Pohon Pule, Tanaman Ikonik Indonesia yang Bisa Tumbuh Hingga Puluhan Meter"
Posting Komentar