Jual Polybag Murah

Selasa, 20 September 2016

Plastik Polybag Murah

Kebutuhan plastik polybag sekarang semakin banyak. Polybag adalah semacam kantung plastik berbentuk persegi, umumnya berwarna hitam, terdapat lubang-lubang kecil di permukaannya, dan digunakan sebagai pengganti pot. Hampir semua jenis tanaman Hortikultura dan yang berumur pendek seperti cabai, kangkung, selada, pakcoy dan sebagainya dapat ditanam di dalam polybag. Produktivitas / hasil panen tidak berbeda jauh dengan yang ada di lahan yang sebenarnya, begitu pula mutu produk. Polybag juga sering digunakan untuk pembibitan atau pembenihan tanaman kebun sebelum ditanam di lahan, seperti karet, sawit, jati, akasia, dan sebagainya.

Polybag dengan harga yang lebih murah dibandingkan pot, tentu saja lebih dipilih oleh para konsumen. Banyaknya kebutuhan polybag saat ini disebabkan oleh beberapa faktor penghambat khususnya di bidang pertanian seperti:

-     Lahan pertanian semakin sempit. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mendorong penyediaan lahan baru untuk mendirikan bangunan-bangunan pemukiman, alhasil lahan-lahan hutan, lahan pertanian tidak luput dari sasaran pembangunan. Sehingga bertanam di dalam polybag dijadikan sebagai alternatif tidak adanya lahan yang memadai.

-     Kondisi tanah yang tidak subur pun menjadi faktor pendorong dibutuhkannya polybag. Tanah di lahan sawah atau kebun anda misalnya tidak subur dan tidak baik untuk ditanami. Penggunaan polybag bisa menjadi solusinya karena pengolahan tanah, pengendalian hama, pengendalian gulma, pemupukan, pengairan, drainase dan aktivitas pertanian lainnya lebih mudah dilakukan jika menggunakan polybag.

-     Harga polybag lebih murah alias lebih ekonomis dibandingkan pot. Namun polybag tetap kuat, tahan lama, mudah dipindahkan, mudah dibersihkan, aerasi dan drainase bagus, dan sangat ekonomis untuk penanaman skala besar seperti pembibitan sawit, jati, karet, dan lain sebagainya.

Polybag sangat mudah didapatkan di toko-toko pertanian maupun toko plastik sekalipun dengan tawarkan harga yang beragam yang jelas lebih ekonomis dari pot. Polybag dengan harga murah pun banyak di jual. Tapi boleh polybag murah, tapi jangan pilih yang murahan dan berkulitas jelek. Pilihlah polybag yang murah tapi tetap kualitas yang dinomorsatukan.

Kualitas polybag dapat dibagai dalam 3 (tiga) kategori, yakni:
Polybag Kw Super (daya tahan sampai 12 bulan – bisa lebih lama),
Polybag Kw Biasa (daya tahan sampai 6 bulan – bisa lebih lama)
Polybag Original (daya tahan sampai 24 bulan – bisa lebih lama).

Pemesanan polybag minimal dapat diproses untuk ukuran kecil dengan berat 300 kg, hingga pesanan dalam kategori besar hingga 10 ton. Berbagai ukuran dapat dibuat namun harus di atas 10 cm, baik polybag kecil, polybag sedang, maupun polybag besar. Polybag tidak ready stock sebagaimana toko melainkan mengerjakan berdasarkan pesanan karena mengedepankan kualitas produk. Lama proses pengerjaan pesanan biasanya sekitar 14 hari kerja, tergantung kondisi pabrik. Cara pembayaran adalah cash di depan, DP 50%, sisa pembayaran harus lunas setelah pengerjakan selesai dan barang siap kirim, jadi harus lunas sebelum barang dikirim ke expedisi.

Tersedia dua jenis ukuran polybag:
-     babybag (small size / ukuran kecil), lebar 10-14 cm
Untuk ukuran babybag harga lebih mahal sedikit daripada yang ukuran besar, karena membutuhkan proses pengerjakan lebih lama.
-     bigbag (big size / ukuran besar), lebar 15 cm keatas
Untuk polybag ukuran besar harganya lebih murah daripada ukuran yang kecil, karena proses pengerjakan lebih cepat.

Pemesanan dapat diantarkan dimanapun anda berada di seluruh Indonesia. Polybag akan diantarkan langsung sampai ke alamat anda dan pelayanan yang diberikan dijamin yang terbaik.

Polybag yang ditawarkan oleh kami boleh murah, tapi sama sekali tidak murahan, kualitas produk, keramahan dan kenyamanan pelayanan, kepuasan dan kepercayaan konsumen adalah sangat berharga bagi kami. Segara pesan sekarang juga, dan jadikan polybag sebagai solusi masalah pertanian anda.


Jumat, 02 September 2016

Menyelamatkan Sawit dari Gangguan Babi Hutan


Hama pertanian selalu muncul di mana-mana. Begitu juga dengan berbagai hewan pengganggu. Pertanian atau perkebunan kecil setapak di sekitar perkampungan yang menjadi pengganggu adalah hewan peliharaan warga kampung. Bisa ayam, mentok yang rakus makan segala dedaunan, kambing, serangga, dan masih banyak lainnya.

Lalu bagaimana kondisi pertanian dan perkebunan besar?
Ternyata sama. Musuh petani adalah hadirnya hama dan hewan pengganggu tersebut. Ratusan hektar lahan sawit di Jambi misalnya, tiba-tiba saja bisa diserang oleh puluhan hingga ratusan babi hutan. Tidak mengherankan, para petani sawit berjuang sekuat tenaga menjaga ladangnya. Bahkan banyak petani sawit yang hidup dengan kondisi apa adanya, tidak layak dan bertahan di dalam kebun sawit. Tujuannya “hanya” menjaga dan mengusir babi hutan.

Kehidupan petani sawit jadi kurang terurus. Hidup di tengah kebun dengan akses dan fasilitas yang sangat terbatas. Apalagi ditopang dengan minimnya pengetahuan dan keilmuan budidaya sawit. Belum lagi jika hasil panen mereka dibeli murah oleh agen, harga yang sangat berbeda dengan harga sawit pasaran. Lengkap, menjadi narasi memprihatinkan nasib petani ladang sawit.

Mulailah Berbenah
Tidak ada yang tidak mungkin. Persoalan selalu membuat kita semakin dewasa, bukan sebaliknya. Banyak narasi atau cerita sukses petani sawit yang sudah ada dapat dengan mudah kita temukan jika akrab dengan akses modernitas saat ini: penggunaan internet.

Atau barangkali bagi Anda yang lahir dari orang tua pengelola sawit. Suka duka bertani sawit tentu sudah Anda lewati. Sebagai anak muda, lebih baik jika akses pengetahuan kita yang jauh lebih baik dari orang tua dapat menyelematkan para orang tua kita terkait penanam sawit.
Inilah maksud mulai berbenah.

Kami Jual Waring untuk Pertanian dan Perkebunan
Salah satu musuh petani sawit adalah babi hutan. Keberadaannya memang lebih banyak mengganggu. Keberadaanya dapat dengan cepat merusak kebun sawit.
Berikut trik pengendalian hama babi hutan yang sudah terbukti efektif.

Membuat Parit
Membuat parit terbukti efektif menjauhkan jangkauan babi hutan. Hanya saja cara ini tergolong mahal, Petani harus membuat saluran air melingkar untuk menyulitkan jangkauan babi hutan.

Menanam Pagar hidup
Menanam pagar hidup juga sangat efektif dengan biaya yang lebih murah. Pagar tanaman hidup yang dapat ditanam adalah salak. Cara ini tergolong efektif, karena duri salak membuat babi hutan berjuang keras dan tidak berani masuk.

Menebar Racun
Cara ini dapat dilakukan. Racun yang dapat digunakan seperti thimex, thiodan, pospit, atau lainnya. Gunakan singkong rebus sebagai umpan. Campur dengan terasi untuk memberikan aroma yang menyengat. Campur dengan racun dan sebarkan ke lahan pertanian.

Lakukan dengan hati-hati, agar racun tidak menjadi senjata makan tuan. Cuci tangan hingga bersih setelah selesai melakukan aktifitas penebaran singkong rebus beracun di lahan sawit.

Kombinasi Pagar Tanaman Hidup dengan Waring
Hama sawit bukan hanya babi hutan. Beberapa serangga perusak sawit seperti Kumbang penggerek pucuk, kumbang pemakan akar, kupu yang membawa ulat, rayap dan lain sebagainya. Kondisi yang sangat mengganggu, khususnya pada proses pembibitan.

Untuk wilayah pembibitan, maka tambahkan pagar hidup dengan menggunakan waring sebagai pagar. Waring sebagai pagar tanaman bermanfaat untuk mengendalikan hama yang menyerang bibit sawit.

Bagi anda petani sawit yang membutuhkan polybag anda bisa hub: 0852.3392.5564 / 0877.0282.1277 / 0812.3258.4950 . Untuk ukuran polybag sesuai dengan permintaan ,tersedia 2 jenis polybag yaitu KW Super dan KW Biasa .Untuk polybag tidak ready pesan dulu ukuran sesuai dengan permintaan.

Demikin sekilas sharing tentang mengatasi hama pada tanaman sawit. Semoga hasil panen kita berlimpah dan penuh berkah.
Baca juga Bagaimana Pembibitan Kelapa Sawit Dengan Benih Unggul.


Jumat, 19 Agustus 2016

Bagaimana Pembibitan Kelapa Sawit Dengan Benih Unggul

Pembibitan dapat dilakukan dua tahap pekerjaan. Pembenihan satu tahap berarti bibit kelapa sawit yang ditanam langsung dalam pembibitan polybag besar atau langsung di primer (pembibitan utama). Pembibitan dua tahap memiliki keuntungan lebih besar dari pembibitan satu tahap. Jika menggunakan pembibitan dua tahap, pembibitan ke dalam area yang lebih kecil dan memungkinkan untuk menjadi dibuat teduh. Untuk peneduh biasanya menggunakan paranet/shading net.

Keuntungan lain, penyiraman menjadi lebih mudah dan bibit dilindungi dari radiasi matahari langsung sehingga risiko kematian tanaman menjadi sangat kecil. Penyemaian awal (prenursery) adalah kelapa sawit bibit ditanam dan dipelihara sampai usia tiga bulan. Selanjutnya, kuman tersebut dilakukan selama 2-3 bulan, sedangkan pembibitan pembibitan utama selama 10-12 bulan. Sekarang kita membahas tahap awal pertama, yaitu prenursery.


Pembibitan dan Pengobatan Awal Kelapa Sawit
1. Lokasi
lokasi untuk awal berkembang biak harus datar atau miring prenursery 30 sehingga tempat tidur mengangkat akan datar. Bagian atas tempat tidur harus memiliki naungan, dalam bentuk atap buatan (jaring peneduh) atau pohon. pagar Prenursery untuk mencegah mengganggu hewan masuk dan merusak pembibitan. Lokasi harus dekat sumber air.

2. Pemesanan Kecambah
Seleksi dilakukan dengan pemilihan kecambah dengan kualitas bagus yang dapat memenuhi kebutuhan lahan yang telah disiapkan. Biasanya dalam satu hektar lahan tanaman dengan populasi 143 220 pohon perlu biji kecambah asumsi kecambah normal tewas dan sekitar 25% sampai 10% kebutuhan bordir.

3. Kecambah Penanaman
Tempatkan kecambah di tempat yang tidak terlalu panas di bawah sinar matahari teduh, kemudian segera tanam ke baybag (polybag ukuran kecil) tersebut. Perlu diperhatikan, kecambah hanya bisa bertahan sekitar 3 sampai 5 hari di tempat penghasil kecambah. Dua hari sebelum penanaman bibit, media tanam dalam polybag kecil harus disiram setiap pagi. Sebaiknya gemburkan permukaan media dengan jari telunjuk atau ibu jari, kemudian membuat lubang untuk menempatkan kecambah.

4. Penyiangan dan Penyiraman
Lakukan penyiangan dengan mencabut semua rumput tumbuh di babybag dengan tangan. Penyiangan harus dilakukan setiap 2 minggu sekali. Sedangkan untuk penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur, yaitu pada pukul 06:00 pukul 10:30 di pagi dan sore hari ketika hari mulai pukul 15.00. Volume air dilemparkan tentang 0,25-0,5 liter per bibit.

5. Perlindungan dan Seleksi
Untuk hama dan penyakit selama masa pembibitan awal biasanya belum ada. Jika ada, dapat diberantas dengan dicabut dengan tangan saja. Penyakit yang berasal dari jamur dapat dikendalikan dengan fungisida yang dijual di pasar, seperti Dithane, Sevin, dan Anthio dengan dosis yang sesuai yang dianjurkan.

Pembibitan Tahap Akhir Sawit Unggul
1. Pemupukan
Transportasi bibit kelapa sawit dari pembibitan ke prenursery utama menggunakan babybag membawanya dalam sebuah kotak kayu berukuran 66,5 x 42 x 27,5 cm. Setiap peti kayu dapat berisi 35 biji. Transportasi harus sangat berhati-hati dan setelah lapangan sampai bibit harus ditanam di pembibitan utama.

2. Pengangkutan Benih
Selama 3 bulan di masa pembibitan awal biasanya bibit tidak diberi pupuk. Akan tetapi, jika muncul kekurangan gizi dengan gejala seperti daun menguning, sebaiknya bibit dipupuk menggunakan pupk N dalam bentuk cair. Konsentrasi pupuk majemuk urea sekitar 0,2% (2 gram)/liter air untuk 100 bibit. Pupuk diberikan melalui daun dengan cara penyemprotan bibit lebih dari satu bulan atau telah memiliki tiga daun. Frekuensi pemupukan sekali dalam seminggu.
# Jangan lewatkan Jual Polybag Untuk Pembibitan Sawit.

Rabu, 03 Agustus 2016

Bertanam Cabai Dalam Polybag,Kenapa Tidak?


Cabai, termasuk komoditas pertanian yang memiliki kisaran harga sangat fluktuatif. Terkadang bisa sangat rendah sekali,  namun di saat tertentu terutama menjelang Ramadhan, harga cabai melambung sangat tinggi, bahkan mengalahkan harga sekilo daging sapi.

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang masakan dengan citarasa pedas turut mempengaruhi harga jual cabai di pasaran. Makan nasi tanpa sambal, serasa makan sayur tanpa garam. Demikian barangkali perumpamaan yang dapat menggambarkan, betapa cabai mempunyai peran cukup penting dalam aneka sajian kuliner khas Indonesia.

Padahal, bertanam cabai tidaklah sulit, terutama bertanam cabai rawit dan cabai keriting lokal. Jika tidak mempunyai halaman luas, cukup gunakan polybag sebagai wadah menanam.  Tanaman cabai tergolong tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia dan akan memberikan hasil maksimal jika dibudidayakan di daerah dengan ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut dan suhu antara 24-27 derajat celcius. Cabai dapat tumbuh di segala musim dan tidak butuh perawatan khusus. Jadi mengapa tidak memilih bertanam cabai dalam polybag?

Inilah langkah yang harus dilakukan, jika ingin bertanam cabai dalam polybag secara organik:
1.Pilih benih cabai rawit yang bagus, rendam dalam air hangat selama 6 jam. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan.

2.Semai benih dalam polybag ukuran kecil (8-9cm) yang sudah diisi media tanam yang merupakan campuran tanah-kompos-pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Butiran tanah harus dibuat sehalus mungkin dengan melakukan pengayakan, agar akar dapat menembus dengan mudah.  Siram media tanam yang berisikan benih cabai dalam polybag tersebut hingga basah.

3.Letakkan benih yang sudah disemai dalam polybag, di tempat yang teduh, terhindar dari terjangan angin dan kucuran hujan.

4.Jika daun telah berjumlah 3-4 helai, yaitu sekitar usia 3-4 minggu, bibit cabai yang disemai dalam polybag kecil tersebut sudah dapat dipindahkan ke polybag yang lebih besar (polybag ukuran 30cm). Lakukan pemindahan bibit cabai dari polybag kecil ke polybag besar di waktu pagi atau sore hari, untuk menghindari stres pada tanaman. Sebaiknya pemindahan dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman.

5.Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7cm di polybag besar, pindahkan bibit cabai dari polybag kecil dengan cara mencopotnya dan masukkan seluruh tanah dalam polybag kecil ke dalam lubang tanam di polybag besar

6.Lakukan penyiraman tiga hari sekali. Namun jika media tanam cabai dalam polybag tersebut terlihat agak mengering, lakukan penyiraman setiap hari.

7.Jangan lupa, beri pupuk dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Jika menggunakan pupuk organik, semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.

8.Karena cabai di tanam dalam polybag, maka sesekali korek-korek tanah pada polybag, agar tidak mengeras.

9.Lakukan perompesan (penghilangan tunas muda di ketiak daun), mulai hari ke-20, sebanyak 3 kali hingga terbentuk cabang.

10.Bila tanaman cabai terkena hama semprot dengan pestisida alami.

11.Panen cabai saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, lakukan di pagi hari setelah embun kering.

Demikianlah cara bertanam cabai secara organik di lahan terbatas dengan menggunakan polybag. Jadi, sekarang tak ada kata “harga cabai mahal, sehingga mengkonsumsi masakan pedas terpaksa dikurangi”.
Selamat bertanam cabai... Semoga bermanfaat.
Baca Juga Mengenal Lebih Dekat Tentang Minyak Kelapa Sawit.

Senin, 25 Juli 2016

Harga Polybag Murah untuk Agrobisnis, Kualitas Super dan KW

Setiap tanaman hortikultura berumur pendek dapat ditanam dengan menggunakan polybag. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan mengurangi biaya perawatan. Bertanam menggunakan Polybag adalah alternative solutif agribisnis segar buah atau sayuran.
Menggunakan polybag juga sangat membantu pada pertanian organik.  Gulma lebih terkontrol, dan juga dapat dipindahkan dengan cara yang sangat mudah. Apalagi jika Anda memiliki green house sendiri yang dapat menghalau segala serangan hama. Jauh lebih murah, tidak perlu pestisida dan bahan kimia lainnya.

Mengapa Memilih Polybag?
Beberapa faktor atau alasan menguntungkan menggunakan polybag sebagai wadah tanam seperti, harga murah, tahan lama, bentuk seragam, tahan karat, ringan, tidak cepat kotor. Mudah dipindahkan, mudah dalam perwatan dan mudah diperoleh. Polybag juga sangat membantu dari drainage, aerasi, erosi dan berubahnya struktur tanah. Penentuan ukuran Polybag yang cocok untuk pertumbuhan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam penggunaan media dan nutrisi.

Berapa Harga Polybag?
Banyak pertanyaan dari customers terkait ukuran, harga, dan juga beratnya untuk menentukan ongkos kirim. Oleh sebab itu kami berikan gambaran detail dalam bentuk kolom untuk memudahkan pembacaan Anda terkait dengan ukuran polybag tanaman. Berikut tabelnya,

(lebar x tinggi x ketebalan)
14/7 x 23 x 0,06 : 287 lbr
10/5 x 15 x 0,05 : 740 lbr
12/6 x 25 x 0,04 : 462 lbr
15/7,5 x 35 x 0,06 : 176 lbr
15/7,5 x 20 x 0,06 : 308 lbr
12/6 x 16 x 0,08 : 361 lbr
18/9 x 22 x 0, 06 : 234 lbr
25/12,5 x 50 x 0,08 : 55 lbr
25/12,5 x 50 x 0,09 : 49 lbr
25/12,5 x 50 x 0,10 : 44 lbr
30/15 x 25 x 0,08 : 92 lbr
35/17,5 x  35 x 0,10 : 44 lbr
40/20 x 40 x 0,2 : 17 lbr
40/20 x 40 x 0,10 : 34 lbr
40/20 x 40 x 0,12 : 28 lbr
50/25 x 50 x 0,12 : 18 lbr
60/30 x 60 x 0,08 : 19 lbr
60/30 x 60 x 0,12 : 12 lbr
60/30 x 90 x 0,10 : 10 lbr

Keterangan Cara Baca Tabel
– lebar 12/6 cm.  Maksudnya adalah 12 cm posisi samping dibuka, 6 cm posisi samping terlipat
–  Jumlah lembar sangat ditentukan oleh lebar, tinggi dan ketebalan. Karena itu setiap kilogram mempunyai jumlah polybag yang berbeda
– Jumlah lembar sebagaimana dalam keterangan di atas adalah jumlah rata-rata. Detail jumlah bisa jadi berbeda, karena yang dihitung adalah berdasarkan berat (kg).
Keterangan harga tidak dapat kami cantumkan detail pada tulisan ini. Silakan menghubungi kontak layanan servis kami untuk mendapatkan penjelasan detail tentang harga polybag.

Kualitas Polybag
Dari ukuran-ukuran tersebut, kualitas polybag dapat dibagai dalam 3 (tiga) kategori, yakni;
– Polybag Kw Super (daya tahan sampai 12 bulan – bisa lebih lama),
– Polybag Kw Biasa (daya tahan sampai 6 bulan – bisa lebih lama)
– Polybag Original (daya tahan sampai 24 bulan – bisa lebih lama).

Jual Polybag Terlengkap, Amanah dan Berpengalaman
Tida gading yang tidak retak. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Akan tetapi kami selalu berusaha mencapai kesempurnaan dengan kesungguhan dan pelayanan yang terbaik. Harapan kami, dengan pelayanan yang ramah, amanah dan nyaman akan memberikan tanggapan yang baik pula dari customers atau Anda sekalian.
Kami juga berpengalaman mendistribusikan polybag ke seluruh Indonesia. Mulai dari pesanan kecil dengan berat 300 kg, hingga pesanan dalam kategori besar hingga 10 ton. Berbagai ukuran kami bisa bantu pengadaan, baik polybag kecil, polybag sedang, maupun polybag besar.

Siap Kirim ke Seluruh Wilayah Indonesia
Anda tidak perlu khawatir di manapun Anda tinggal. Kami akan memberikan tawaran yang dapat membantu pembelian Anda dapat kami layani dengan baik, dan pesanan polybag Anda dapat Anda terima dengan selamat di alamat Anda.


Demikian keterangan singkat tentang pabrik polybag dan distributor polybag yang kami kelola. Besar harapan kami dapat menjadi mitra bagi Anda yang bergerak di bidang agribisnis. Baik atas nama pribadi, perusahaan Anda, institusi yang Anda pimpin, atau juga kelompok pertanian yang Anda kelola. Kami siap melayani dan menjadi mitra terbaik Anda sepanjang tahun, sepanjang musim, sepanjang perjalanan agribisnis Anda terus dapat dikembangkan. Salam Sukses!

Kamis, 21 Juli 2016

Isu Lingkungan Hidup dan Prospek Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah sering dikritik beberapa group pencinta lingkungan hidup karena begitu banyak berikan ruang untuk perkebunan kelapa sawit (memiliki resiko pada penggundulan rimba dan penghancuran tempat bakau) . Jadi, searah dengan semakin banyak perusahaan internasional yang mencari minyak sawit ramah lingkungan sama seperti kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (di Malaysia) , perkebunan-perkebunan di Indonesia dan Pemerintah perlu tingkatkan kebijakan-kebijakan ramah lingkungan. Sebagian pemerintah negara-negara Barat telah buat beberapa ketetapan hukum yang lebih ketat mengenai sebagian product impor yang mempunyai kandungan minyak sawit, dan karena itu mendorong produksi minyak sawit yang ramah lingkungan.

Pada th. 2011, Indonesia medirikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang memiliki maksud untuk tingkatkan daya saing global dari minyak sawit Indonesia dan mengaturnya dalam beberapa ketetapan ramah lingkungan yang lebih ketat. Semua produsen minyak sawit di Indonesia didorong untuk peroleh sertifikasi ISPO.

Moratorium Mengenai Konsesi Baru Hutan Perawan 
Pemerintah Indonesia ditandatangani moratorium berjangka waktu dua th. mengenai hutan primer yang mulai berlaku 20 Mei 2011 dan selesai waktu berlakunya pada Mei 2013. Setelah habis waktu berlakunya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memperpanjang moratorium ke dua th. kemudian. Moratorium ini mengimplikasikan pemberhentian sebentar dari pemberian izin-izin baru untuk menggunakan ruangan rimba hujan tropis dan tempat bakau di Indonesia. Sebagai gantinya Indonesia terima paket 1 milyar dollar AS dari Norwegia. Pada beberapa kesempatan, media internasional melaporkan bila moratorium ini telah dilanggar oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Walau sekian, moratorium ini berhasil membatasi - untuk sebentar - ekspansi perkebunan-perkebunan sawit. Pihak-pihak yang skeptis pada moratorium itu perlihatkan bila terlebih dulu aplikasinya Pemerintah Indonesia telah berikan konsesi tanah seluas 9 juta hektar untuk tempat baru. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar minyak sawit masih tetap memiliki tempat luas yang baru setengahnya ditanami, berarti terdapat beberapa ruang untuk ekspansi. Pada Mei 2015, Presiden Joko Widodo kembali memperpanjang moratorium ini untuk periode 2 th..

Prospek Industri Minyak Sawit di Indonesia
Saat Boom Komoditi 2000-an membawa lantaran untuk Indonesia karena berlimpahnya sumberdaya alam negara ini. Harga minyak sawit naik tajam setelah th. 2005 namun krisis global menyebabkan penurunan tajam harga CPO di th. 2008. Berjalan rebound yang kuat namun setelah th. 2011 harga CPO telah melemah, terutama karena hasrat dari RRT telah alami penurunan, sebentar rendahnya harga minyak mentah (sejak mulai pertengahan 2014) kurangi hasrat biofuel mempunyai bahan baku minyak sawit. Karena itu, prospek industri minyak sawit suram dalam periode saat pendek, terutama karena Indonesia masih tetap begitu bergantung pada CPO di banding sebagian product minyak sawit olahan.
Saat hasrat global kuat, usaha minyak sawit di Indonesia untungkan karena beberapa alasan itu :
• Margin laba yang besar, sebentar komoditi ini mudah di produksi
• Hasrat internasional yang besar dan senantiasa berkembang berbarengan kenaikan jumlah orang-orang global
• Biaya produksi minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia yakni yang paling murah didunia
• Tingkat produktivitas yang lebih tinggi di banding product minyak nabati
• Penggunaan biofuel diduga akan jadi tambah lewat cara utama, sebentar penggunaan besin diperkirakan akan menyusut

Sebagian permasalahan apa yang menghalangi pergantian industri minyak sawit dunia?
• Kesadaran untuk menjadi makin banyak kebijakan ramah lingkungan
• Konflik persoalan tanah dengan orang-orang lokal karena ketidakjelasan kepemilikan tanah
• Ketidakjelasan hukum dan perundang-undangan
• Biaya logistik yang tinggi karena kurangnya kualitas dan jumlah infrastruktur.
* Baca juga Mengenal Lebih Dekat Tentang Minyak Kelapa Sawit di Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Minyak Kelapa Sawit


Minyak sawit yakni satu di antara minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan demikian stabil ini digunakan untuk bermacam jenis makanan, kosmetik, product kebersihan, dan bisa digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Biasanya minyak sawit diproduksi di Asia, Afrika dan Amerika Selatan karena pohon kelapa sawit membutuhkan suhu yang hangat, cukup pencahayaan sinar matahari, dan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan produksinya. Resikonya yang negatif dari produksi minyak sawit - kecuali dampaknya pada kesehatan manusia karena mengandung kandungan lemak yang tinggi - yakni fakta bila usaha minyak sawit jadi sebab kunci dari penggundulan rimba di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Indonesia yakni penghasil gas emisi rumah kaca terbesar setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS).

Adapun produksi minyak sawit dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Ke-2 negara ini lewat cara keseluruhnya menghasilkan sekitaran 85-90% dari keseluruhnya produksi minyak sawit dunia. Pada saat ini, Indonesia yakni produsen dan eksportir minyak sawit yang terbesar di semuanya dunia.

Dalam periode panjang, hasrat dunia akan minyak sawit perlihatkan kecenderungan jadi tambah searah dengan jumlah populasi dunia yang bertumbuh dan karenanya tingkatkan konsumsi sebagian product dengan bahan baku minyak sawit.

Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Hanya beberapa industri di Indonesia yang perlihatkan pergantian secepat industri minyak kelapa sawit dalam 15 th. terakhir. Perubahan ini tampak dalam jumlah produksi dan ekspor dari Indonesia dan perubahan luas ruangan perkebunan sawit. Didorong oleh hasrat global yang senantiasa jadi tambah dan keuntungan yang juga naik, budidaya kelapa sawit telah ditingkatkan lewat cara utama baik oleh petani kecil maupun sebagian pengusaha besar di Indonesia (dengan imbas negatif pada lingkungan hidup dan penurunan jumlah produksi hasil-hasil pertanian lain karena banyak petani beralih ke budidaya kelapa sawit).

Beberapa besar hasil produksi minyak kelapa sawit Indonesia diekspor (saksikan di tabel di bawah). Negara-negara maksud ekspor yang paling penting yakni RRT, India, Malaysia, Singapura, dan Belanda.

Industri perkebunan dan pemrosesan sawit yakni industri kunci untuk perekonomian Indonesia : ekspor minyak kelapa sawit yakni penghasil devisa yang paling utama dan industri ini berikan kesempatan kerja untuk jutaan orang Indonesia. Hampir 70% perkebunan kelapa sawit ada di Sumatra, tempat industri ini dimulai sejak mulai waktu kolonial Belanda. Sebagian besar dari sisanya - sekitaran 30% - ada di pulau Kalimantan.

Menurut data dari Kementerian Pertanian Indonesia, jumlah keseluruhnya luas ruangan perkebunan sawit di Indonesia pada saat ini mencapai sekitaran 8 juta hektar ; 2 x lipat dari luas ruangan di th. 2000 waktu sekitaran 4 juta hektar tempat di Indonesia digunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Jumlah ini diduga akan jadi lebih jadi 13 juta hektar pada th. 2020.

Perkebunan miliki pemerintah memiliki peran yang menengah dalam industri minyak sawit sebentar perusahaan-perusahaan besar (seperti Wilmar Group dan Sinar Mas) membuahkan sekitaran 1/2 dari keseluruhnya produksi minyak kelapa sawit Indonesia. Sebagian petani skala kecil membuahkan sekitaran 35% dan biasanya petani kecil ini demikian riskan keadaannya bila berjalan penurunan harga minyak kelapa sawit dunia.

Perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia berencana untuk kerjakan investasi-investasi besar untuk tingkatkan kekuatan penyulingan minyak sawit. Hal sejenis ini sama seperti ambisi Pemerintah untuk peroleh makin banyak pendapatan dari sumber daya dalam negeri. Indonesia hingga saat ini konsentrasi pada ekspor minyak sawit mentah (dan bahan baku mentah yang lain) namun telah mengubah prioritasnya untuk mengolah produk-produknya supaya memiliki harga jual yang lebih tinggi. Untuk tingkatkan pergantian di industri hilir, pajak ekspor untuk product minyak sawit yang telah disuling telah dipotong dalam setahun lebih belakangan ini. Selain itu, pajak ekspor minyak sawit mentah (CPO) ada di antara 0%-22, 5% tergantung pada harga minyak sawit internasional. Indonesia memiliki 'mekanisme otomatis' sampai waktu harga CPO rujukan Pemerintah (berdasarkan pada harga CPO lokal dan internasional) jatuh di bawah 750 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton, pajak ekspor dipotong jadi 0%. Karena harga rujukan ini jatuh di bawah 750 dollar AS per metrik ton di September 2013, Indonesia telah memutuskan pajak ekspor CPO 0% sejak mulai Oktober 2014.

Karena hal sejenis ini berarti Pemerintah kehilangan pendapatan pajak ekspor yang demikian dibutuhkan dari industri minyak sawit, Pemerintah memutuskan untuk memperkenalkan pungutan ekspor minyak sawit di pertengahan 2015. Pungutan sebesar 50 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton diterapkan untuk ekspor minyak sawit mentah dan pungutan beberapa 30 dollar AS per metrik ton ditetapkan untuk ekspor sebagian product minyak sawit olahan. Pungutan-pungutan ekspor minyak sawit ini hanya perlu dibayar oleh sebagian eksportir waktu harga CPO rujukan Pemerintah jatuh di bawah batasan 750 dollar AS per metrik ton (lewat cara efektif memotong pajak ekspor minyak sawit jadi 0%). Pendapatan dari pungutan baru ini akan digunakan untuk mendanai program subsidi biodiesel Pemerintah yang ambisius (di th. 2014, Pemerintah tingkatkan persyaratan kandungan gabungan minyak sawit di dalam diesel dari 7, 5% jadi 10%, dan memerintahkan pembangkit-pembangkit listrik untuk menggunakan gabungan 20%).

Pada Februari 2015, Pemerintah memberitahukan kenaikan subsidi biofuel dari Rp 1. 500 per liter jadi Rp 4. 000 per liter dalam usaha bikin perlindungan sebagian produsen biofuel domestik. Melalui program biodiesel ini, Pemerintah ini mengkompensasi sebagian produsen karena perbedaan harga pada diesel umum dan biodiesel yang berjalan akibat rendahnya harga minyak mentah dunia (sejak mulai pertengahan 2014). Kecuali untuk mendanai subsidi-subsidi ini, hasil dari pungutan ekspor ini akan disalurkan untuk penanaman kembali, penelitian, dan pengembangan sumberdaya manusia dalam industri minyak sawit Indonesia. Saat harga minyak sawit rujukan Pemerintah melebihi batasan 750 dollar AS per metrik ton jadi pajak ekspor kembali, lantas Pemerintah akan menggunakan sebagian dari pajak ekspor minyak sawit untuk membiayai program biodiesel ini.

Kekuatan penyulingan di Indonesia di kenali telah melompat jadi 45 juta ton per th. pada akhir 2014, naik dari 30, 7 juta ton pada 2013, dan semakin lebih 2 x lipat kekuatan di th. 2012 yaitu 21, 3 juta ton. Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengatakan bila Indonesia memiliki rencana jangka panjang untuk membuahkan 40 juta ton CPO per th. mulai dari th. 2020.
# Harap jangan lewatkan, baca juga Cara Tepat Pembibitan Sawit dengan Polybag.